PARINGIN, Ricek.ID – Tunggakan gaji dosen dan tenaga pendidik (Tendik) Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM) memasuki babak akhir dengan sudah di lakukannya pembayaran secara tunai.
Hal ini diuraikan Rektor UNIVSM, Abdul Hamid kepada awak media bahwa per kemarin pada Rabu (30/9/2026) sudah di lakukan proses pembayaran tunggakan gaji.
“Pembayaran sudah lunas di lakukan sampai dengan bulan Agustus, namun ada sebagian diantaranya belum mengambil,” ungkapnya pada kamis (1/10/2026).
Selain itu, Hamid juga memaparkan lebih lanjut bahwa gaji per bulan September sedang diproses secara akumulatif bagi mereka yang sebelumnya belum menerima gaji hingga bulan Agustus.
Hal ini tentu menepis sejumlah kabar dan pemberitaan yang beberapa saat lalu sempat ramai, bahwa tidak ada pembayaran gaji sejak Mei hingga bulan Agustus. Karena sebenarnya sudah dilakukan pembayaran secara bertahap dan diselesaikan per kemarin.
“Proses pembayaran di lakukan dengan tunai langsung kepada mereka,” ujar Hamid.
Ia berharap dengan sudah dibayarkannya seluruh tunggakan gaji tersebut dapat mengakhiri polemik yang ada, dan tidak ada gangguan aktivitas perkuliahan di UNIVSM yang akan di mulai pada pekan ke 2 bulan Oktober mendatang.
Kabar ini menjadi angin segar di lingkungan civitas akademik Universitas Sapta Mandiri, karena hal tersebut sebelumnya sempat memancing atensi bagi berbagai pihak baik internal maupun eksternal Kampus tidak terkecuali mahasiswa.
Ketua BEM Fakultas Sains dan Teknik (FST) UNIVSM Muhammad Iqbal memberikan tanggapan. Ia berharap dengan berakhirnya polemik tersebut, kondisi kampus dapat kembali stabil sehingga proses perkuliahan dapat berjalan dengan baik.
“Semoga hal ini dapat mengakhiri krisis yang ada dan kita berharap ke depannya kejadian serupa tidak akan terjadi lagi,” katanya.
Iqbal juga berharap seluruh pihak dapat menjadikan persoalan tersebut sebagai bahan evaluasi bersama untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang lebih baik ke depannya.
“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga kondusivitas kampus. Mahasiswa tentu berharap proses akademik dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya, dan setiap persoalan yang muncul ke depan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah,” tambahnya.
Menurutnya, mahasiswa memiliki kepentingan besar terhadap keberlangsungan proses pendidikan di kampus. Karena itu, Iqbal mengajak seluruh elemen kampus untuk bersama-sama menjaga suasana akademik yang aman, nyaman dan kondusif.
Universitas Sapta Mandiri melalui Yayasan Sapta Bakti Pendidikan (YSBP) adalah salah satu mitra program beasiswa 1000 sarjana milik Pemerintah Kabupaten Balangan, mereka memberi keringan yang seringan-ringannya kepada masyarakat penerima manfaat.
Berbeda dengan Perguruan Tinggi (PT) mitra Program serupa serupa, di UNIVSM masyarakat yang ingin berkuliah tidak perlu membayar sepeserpun. Sedangkan di Perguruan lain penerima manfaat akan di kenakan sistem Reimburse, yang mana mereka akan membayar UKT menggunakan dana pribadi dan akan dibayarkan setelah pencairan Program 1000 Sarjana ke masing-masing PT.













