Menu

Mode Gelap
MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

INTERNASIONAL · 29 Mei 2026 19:18 WIB

Prabowo Kunjungi Prancis, Sepakat Perkuat Kerja Sama Pendidikan & Riset


 Prabowo Kunjungi Prancis, Sepakat Perkuat Kerja Sama Pendidikan & Riset Perbesar

Ricek.ID – Dalam kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis pada Kamis (28/5/2026), Indonesia dan Prancis sepakati perkuatan kemitraan strategis di bidang pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan pengembangan talenta.

Penguatan kerja sama tersebut diproyeksikan menjadi fondasi baru bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, kapasitas riset, serta daya saing Indonesia di tengah persaingan global yang semakin berbasis pengetahuan dan teknologi.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pernyataan bersama menempatkan pendidikan tinggi, penelitian, inovasi, dan mobilitas akademik sebagai salah satu prioritas utama hubungan bilateral kedua negara.

Kesepakatan itu dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas akses perguruan tinggi Indonesia terhadap jejaring akademik internasional sekaligus mempercepat transformasi pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyambut positif hasil pertemuan kedua kepala negara tersebut. Menurutnya, kemitraan Indonesia–Prancis bukan sekadar kerja sama antarnegara, melainkan investasi jangka panjang bagi penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional.

“Kerja sama Indonesia dan Prancis dalam pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan inovasi merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing bangsa. Kolaborasi ini akan mendorong pengembangan riset unggulan, peningkatan kualitas SDM, serta mempercepat hilirisasi inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Brian.

Melalui Joint Declaration on Education, Research, and Mobility, kedua negara berkomitmen memperluas kolaborasi di bidang pendidikan tinggi, penelitian, dan mobilitas akademik. Kesepakatan itu membuka peluang lebih luas bagi pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian lintas negara, pengembangan inovasi, hingga penguatan kewirausahaan berbasis teknologi.

Kerja sama tersebut juga akan diperkuat melalui penyelenggaraan Joint Working Group on Higher Education, Research, Innovation, and Entrepreneurship di Angers, Prancis, pada Juli 2026. Forum itu menjadi ruang strategis untuk merumuskan berbagai program konkret yang mempererat hubungan antarkampus, pusat riset, industri, dan ekosistem inovasi kedua negara.

Penguatan kemitraan tidak berhenti pada ranah akademik. Indonesia dan Prancis juga menempatkan inovasi sebagai agenda bersama melalui France–Indonesia Year of Innovation 2026. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas teknologi, mendukung pengembangan industri masa depan, serta mempercepat hilirisasi hasil penelitian melalui kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan dunia usaha.

Dalam pernyataan bersama tersebut, Indonesia turut menyampaikan ketertarikan menjajaki kerja sama riset dan inovasi dengan Prancis dalam pengembangan ekosistem energi nuklir yang aman dan berkelanjutan.

Langkah ini dinilai mencerminkan keseriusan Indonesia memperkuat kapasitas sains dan teknologi nasional guna mendukung agenda pembangunan jangka panjang sekaligus menjawab kebutuhan energi masa depan.

Penguatan hubungan dengan Prancis sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang mendorong perguruan tinggi menjadi pusat lahirnya inovasi dan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan.

Melalui kolaborasi internasional yang semakin luas, perguruan tinggi Indonesia diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan dan riset, tetapi juga memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi, pengembangan teknologi, dan kesejahteraan masyarakat.

Kemitraan strategis Indonesia–Prancis ini sekaligus menegaskan bahwa diplomasi pendidikan dan sains kini menjadi instrumen penting pembangunan nasional. Dengan memperluas akses sivitas akademika ke jejaring global serta memperkuat kapasitas riset dan inovasi, Indonesia menyiapkan talenta unggul yang mampu berperan aktif dalam menjawab tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin

13 September 2026 - 18:43 WIB

KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari

13 September 2026 - 17:40 WIB

Presiden Dewan ICAO Tinjau Pusat Pelatihan Penerbangan & Layanan Navigasi Udara Indonesia

13 September 2026 - 13:19 WIB

Bongkar Praktik Live Streaming Pornografi di TikTok & Tevi, Bareskrim Polri Amankan Enam Tersangka

10 September 2026 - 20:25 WIB

Prabowo Janjikan Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Asian Games XX

9 September 2026 - 20:26 WIB

Kirim 1.021 Atlet ke Asian Games 2026, Indonesia Target Pertahankan Peringkat Tiga Besar

9 September 2026 - 20:23 WIB

Trending di NASIONAL