Menu ✖

Mode Gelap
Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

ADVERTORIAL · 25 Sep 2026 06:00 WIB

Program JuDesa di Kalsel Prioritaskan Tiga Jembatan, Mulai Ditangani 2026


 Program JuDesa di Kalsel Prioritaskan Tiga Jembatan, Mulai Ditangani 2026 Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memprioritaskan penanganan tiga jembatan desa melalui program Jembatan Desa (JuDesa) yang tersebar di Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dan Barito Kuala (Batola).

Berdasarkan hasil verifikasi dan penetapan prioritas penanganan, Pemprov Kalsel mulai mengupayakan perbaikan infrastruktur jembatan yang dinilai mendesak, dengan Kota Banjarmasin menjadi lokasi penanganan pada tahun anggaran 2026.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib melalui Kepala Seksi Pembinaan Teknis Jalan dan Jembatan, Misna Uttri Wiharti, pada Kamis (24/9/2026) mengatakan penanganan di Banjarmasin akan dilaksanakan melalui anggaran perubahan 2026, dengan fokus pada jalur alternatif Sungai Lulut.

“Untuk tahun ini, melalui anggaran perubahan 2026, kita mencoba menangani terlebih dahulu lokasi yang menjadi urgensi, yaitu di jalur alternatif Sungai Lulut,” ujarnya.

Penanganan tersebut berupa perbaikan jembatan box yang berada di jalur alternatif. Pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan akses jalan sebelum pelaksanaan pembangunan jembatan permanen pada tahun berikutnya.

Menurut Misna, kesiapan jalur alternatif menjadi salah satu aspek penting agar pelaksanaan pembangunan permanen nantinya dapat berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan akses masyarakat.

“Sehingga tahun depan kita dapat melaksanakan penanganan permanennya. Artinya, ketika pembangunan permanen dilaksanakan, jalur alternatif sudah siap digunakan,” jelasnya.

Salah satu jembatan yang menjadi perhatian memiliki lebar eksisting sekitar lima meter. Namun, proses persiapan teknis masih memerlukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

PUPR Kalsel saat ini masih melaksanakan koordinasi dengan pemkot guna memastikan rencana dapat dilaksanakan tanpa kendala.

“Kita masih melaksanakan koordinasi dengan Pemkot. Mudah-mudahan tidak ada kendala sehingga jembatan tersebut bisa dilaksanakan perbaikan,” katanya.

Selain di Kota Banjarmasin, hasil verifikasi program JuDesa juga menetapkan masing-masing satu jembatan box untuk penanganan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Barito Kuala.

“Melalui program JuDesa, Pemprov Kalsel berupaya mendorong peningkatan konektivitas wilayah perdesaan melalui penanganan jembatan berdasarkan hasil verifikasi dan skala prioritas, sehingga infrastruktur yang membutuhkan penanganan dapat ditindaklanjuti secara bertahap sesuai rencana dan kemampuan anggaran,” pungkasnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Dewan Kesenian Banjarbaru Sambut Kepengurusan Baru, Diharapkan Makin Inovatif & Kolaboratif

30 September 2026 - 19:44 WIB

Disdukcapil Banjar Apresiasi Desa Aktif Tertib Administrasi Kependudukan Melalui GISA Awards 2026

30 September 2026 - 19:41 WIB

Pemkab Banjar Dorong Pemerintah Desa Tertib Catatkan Peristiwa Kematian

30 September 2026 - 19:38 WIB

Tutup September 2026, Bupati Banjar Lantik 78 Pejabat Administrator & Pengawas

30 September 2026 - 19:35 WIB

Batu Laki Jadi Ruang Hidup Bekantan & Potensi Wisata Edukasi Biodiversitas

30 September 2026 - 19:28 WIB

Lanting Wisata Batu Laki Gerakkan Ekonomi Masyarakat di Tengah Keindahan Alam Meratus

30 September 2026 - 19:25 WIB

Trending di ADVERTORIAL