Menu ✖

Mode Gelap
Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

EKOBIS · 22 Mei 2026 18:49 WIB

Purbaya Pastikan Indonesia Mampu Jaga Defisit di Bawah 3 Persen


 Purbaya Pastikan Indonesia Mampu Jaga Defisit di Bawah 3 Persen Perbesar

Ricek.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah masih mampu mengendalikan fiskal nasional. Hal ini diungkapkannya Purbaya saat menanggapi kekhawatiran terkait lonjakan belanja pemerintah dan potensi defisit APBN yang melewati batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB),

Dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta pada Jumat (22/5/2026), Menkeu menjelaskan pemerintah tidak hanya mengandalkan belanja negara, tetapi juga menggerakkan sektor swasta melalui peningkatan likuiditas perbankan.

“Salah satu langkah yang dilakukan adalah memindahkan dana pemerintah sekitar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke sistem perbankan nasional agar kredit kepada masyarakat dan dunia usaha meningkat,” tegas Purbaya.

Selain itu, lanjut Menkeu, pemerintah juga mendorong kementerian dan lembaga untuk mempercepat realisasi anggaran sejak awal tahun guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Purbaya mengungkapkan defisit APBN yang sempat mencapai 0,93 persen terhadap PDB pada Maret 2026, mulai membaik menjadi 0,64 persen pada April 2026.

Ia menyebut perbaikan tersebut didorong oleh reformasi perpajakan dan peningkatan penerimaan negara.

“Primary surplus juga sudah kembali positif. Artinya fiskal kita kembali berada pada jalur yang berkelanjutan,” ujarnya Menkeu Purbaya.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga menanggapi persepsi sebagian masyarakat yang merasa kondisi ekonomi saat ini lebih sulit dibandingkan data resmi pemerintah.

Ia menyoroti adanya perbedaan antara data statistik yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi, penurunan inflasi, dan berkurangnya angka pengangguran dengan persepsi publik yang merasa harga kebutuhan pokok meningkat dan lapangan kerja semakin sulit.

Menurutnya, sebagian persepsi negatif tersebut dipengaruhi oleh narasi media sosial yang ia sebut sebagai “ekonomi TikTok”.

Meski demikian, Purbaya mengaku tetap melakukan evaluasi serius terhadap kondisi ekonomi di lapangan.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, penjualan mobil pada April 2026 meningkat 55 persen, sementara penjualan sepeda motor tumbuh 28 persen. Selain itu, konsumsi listrik dan distribusi bahan bakar minyak juga masih menunjukkan tren pertumbuhan positif. Data tersebut dinilai mencerminkan daya beli masyarakat yang masih cukup kuat.

Menkeu juga membantah anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini semata-mata ditopang belanja pemerintah. Menurutnya, kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi tetap dominan dibandingkan belanja negara.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Perkuat Program Perumahan, Pemerintah Tingkatkan Kelayakan Hunian & Berdayakan UMKM Lokal

27 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Sempurnakan Aturan Korupsi, Presiden Prabowo Tekankan Perlindungan Kekayaan Negara

27 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026, Utamakan Edukasi & Keselamatan

26 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Tim Gabungan Polri, BNN & Bea Cukai Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh

25 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Polisi Selamatkan Induk & Anak Orang Utan Terdampak Karhutla di Kalimantan Tengah

25 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Menko Pangan Lepas Ekspor Perdana 40 Ton Terasi UMKM Asahan ke Thailand

25 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Trending di EKOBIS