Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

EKOBIS · 1 Jun 2026 19:59 WIB

Purbaya Sebut Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara


 Purbaya Sebut Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah resmi memberlakukan ketentuan baru terkait penempatan DHE SDA mulai 1 Juni 2026 melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui peningkatan retensi devisa di dalam negeri. Dalam kebijakan tersebut eksportir diwajibkan menyimpan dana mereka di Himbara. Imbasnya likuiditas di dolar di Himbara akan meningkat dan menambah resiliensi Himbara di sektor finansial.

Kebijakan ini pun mendapatkan dukungan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam konferensi pers di Jakarta pada Minggu (31/5/2026), Ia menilai kebijakan penguatan pengelolaan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) akan memberikan dampak positif terhadap perbankan nasional, khususnya bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), sekaligus memperkuat sektor keuangan Indonesia secara keseluruhan.

Menurut Purbaya, penempatan DHE di dalam negeri akan meningkatkan likuiditas perbankan nasional karena bank-bank Himbara akan memiliki cadangan dana dan valuta asing yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.

“Dampaknya ke Himbara sudah jelas. Mereka akan memiliki dolar lebih banyak dan kas yang lebih besar. Dalam sektor keuangan dikenal istilah cash is king. Dengan likuiditas yang lebih kuat, posisi bank-bank Himbara akan semakin kokoh,” ujarnya.

Purbaya menambahkan, peningkatan dana yang tersimpan di dalam negeri akan memperbesar kapasitas perbankan dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pembiayaan sektor produktif. Selama ini, sebagian dana hasil ekspor dinilai masih mengalir ke luar negeri sehingga manfaatnya bagi perekonomian domestik belum optimal.

“Sekarang uangnya ada di dalam negeri. Artinya tersedia dana yang lebih besar untuk membiayai dan menjadi bahan bakar bagi mesin-mesin perekonomian Indonesia,” katanya.

Selain memberikan keuntungan bagi perbankan, Purbaya menilai kebijakan tersebut juga akan memperkuat stabilitas sektor keuangan nasional. Dengan meningkatnya likuiditas dan pengawasan yang lebih ketat terhadap pengelolaan DHE, sistem keuangan Indonesia dinilai akan semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.

Menkeu menjelaskan mekanisme baru tersebut sekaligus memperkuat implementasi kebijakan DHE yang selama ini dinilai belum berjalan optimal. Pemerintah, kata dia, akan melakukan pengawasan secara lebih rinci guna memastikan kepatuhan seluruh pihak yang terlibat.

“Kebijakan ini memperkuat aturan DHE yang sebelumnya belum berjalan maksimal. Sekarang pengawasannya lebih detail sehingga kepatuhan dapat dipastikan,” ujarnya.

Purbaya optimistis kebijakan tersebut akan memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan dan investor. Menurutnya, penguatan likuiditas perbankan nasional serta meningkatnya dana yang beredar di dalam negeri akan menjadi faktor pendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Dampaknya harusnya positif bagi bank, positif bagi perekonomian, dan pada akhirnya memperkuat sektor finansial Indonesia,” kata Purbaya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

MK Putuskan Anggaran MBG Dipisah dari Anggaran Pendidikan Paling Lambat pada APBN 2028

30 Juli 2026 - 18:43 WIB

Hidupkan Warisan Sejarah untuk Generasi Masa Depan, Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang

30 Juli 2026 - 18:38 WIB

BPJPH & Badan Karantina Cegah Penipuan Label Halal dengan Perkuat Pengawasan Produk Impor

30 Juli 2026 - 18:27 WIB

Prabowo Pimpin Pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026

29 Juli 2026 - 18:53 WIB

KPK Kembali Lakukan OTT di Pemalang, Sita Uang Lebih dari Rp2 Miliar

29 Juli 2026 - 18:50 WIB

Pemda Alami Kesulitan Anggaran, Wamendagri Minta Tak PHK PPPK

29 Juli 2026 - 18:47 WIB

Trending di NASIONAL