Menu ✖

Mode Gelap
Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

EKOBIS · 28 Mei 2026 19:48 WIB

Purbaya Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Nyata, Tak Hanya di Atas Kertas


 Purbaya Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Nyata, Tak Hanya di Atas Kertas Perbesar

Ricek.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pertumbuhan kuartal I-2026 adalah angka pertumbuhan yang nyata, bukan hanya angka pertumbuhan yang ditulis di atas kertas.

Hal ini diungkapkan Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta pada Rabu (27/5/2026).

“Itu kan BPS mengumpulkan data dari mana-mana kan? Ditaruh di kertas, jadi di atas kertas. Tapi nggak, itu bukan… Kalau di atas kertas saya tulis 10, selesai. Tapi kan enggak sesuai dengan kenyataan. Kenyataannya adalah angka-angka itu dibuat dari survei-survei BPS, catatan-catatan pengeluaran ekonomi oleh BPS,” kata Menkeu.

Purbaya menyatakan pihaknya juga melakukan crosscheck dengan angka penjualan mobil, angka penjualan motor, belanja masyarakat, konsumsi semen, dan juga konsumsi listrik.

“Itu enggak otomatis sama dengan PDB-nya, tapi sebagai check point betul enggak angka itu? Ketika tumbuhnya naik kencang semua berarti seperti itu,” katanya.

Purbaya juga menuturkan dirinya terjun langsung ke pasar hingga mal di berbagai daerah untuk membuktikan ekonomi tetap bergerak.

“Ramai terus di mana-mana tuh. Di Jogja ramai, Surabaya ramai, di Bandung ramai. Di Jakarta juga saya jalan-jalan ke mal ramai, di pasar tradisional juga ramai,” ujar Menkeu.

Meski demikian, Purbaya mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia belum sempurna 100 persen, masih membutuhkan waktu agar dampaknya dapat dirasakan secara merata.

“Ekonomi kan mungkin nggak belum sempurna 100 persen. Ini kan kita baru mulai bangkit dari pertumbuhan yang lambat ke pertumbuhan yang lebih cepat, perlu waktu untuk menyebar ke ekonomi secara merata,” ujar Menkeu.

Terkait dengan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang hampir menyentuh level Rp17.800 per dolar AS, Purbaya menilai anjloknya nilai tukar rupiah tidak masuk akal. Sebab, fundamental ekonomi Indonesia dinilai bagus.

“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini enggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” katanya.

Meski demikian, Menkeu menyebut imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia mengalami penurunan. Hal ini tak lepas dari aksi pemerintah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) treasury operation demi menjaga stabilitas nilai tukar.

“Tapi gini, walaupun rupiah melemah, kan bond yield-nya turun. Karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di (Direktorat Jenderal) Perbendaharaan, untuk sedikit membeli, supaya yield-nya agak terkendali,” jelasnya.

“Jadi selama bond market terkendali, kemauan investor untuk asing ya, terutamanya untuk melakukan investasi dan pasti juga bond kita akan terjaga juga. Kita sudah mulai melihat aliran masuk modal asing ke pasar obligasi kita. Dan ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu nilai tukar rupiah dengan lebih signifikan,” pungkas Purbaya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tim Gabungan Polri, BNN & Bea Cukai Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh

25 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Polisi Selamatkan Induk & Anak Orang Utan Terdampak Karhutla di Kalimantan Tengah

25 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Menko Pangan Lepas Ekspor Perdana 40 Ton Terasi UMKM Asahan ke Thailand

25 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Insiden Pesawat Asian One di Papua Tengah, Kemenhub Pastikan Seluruh Penumpang & Awak Pesawat Selamat

24 Oktober 2026 - 19:50 WIB

BMKG Sebut Kondisi Relatif Kering masih Berpotensi Terjadi hingga 2 November 2026

24 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Menpora Dampingi Atlet, Indonesia Lampaui Target dengan 10 Emas Asian Para Games 2026

24 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Trending di NASIONAL