Ricek.ID – Ribuan santri Taman Kanak-Kanak/Taman Pendidikan Al-Qur’an (TK/TPA) padati kawasan pusat Kota Martapura dalam kegiatan Pawai Muharam 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar pada Selasa (16/6/2026).
Kegiatan yang mengambil titik start dan finis di halaman Kantor Bupati Banjar itu diikuti sekitar 3.000 peserta dari 93 kafilah TK/TPA se-Kabupaten Banjar, didampingi sekitar 500 pendamping.
Pawai menjadi bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan mengusung tema “Dengan Semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Kita Wujudkan Generasi Qurani yang Cerdas dan Berkarakter.”
Wakil Bupati (Wabup) Banjar Said Idrus Al Habsyi saat melepas peserta pawai mengucapkan selamat Tahun Baru Islam kepada seluruh masyarakat Kabupaten Banjar.
“Semoga tahun baru ini menjadi momentum bagi kita semua untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, dan menjadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Wabup menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Pawai Muharam merupakan bagian dari upaya melestarikan budaya religius yang menjadi salah satu visi pembangunan daerah.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya dan tradisi religius Kabupaten Banjar sebagaimana misi daerah dalam mengembangkan budaya Banjar dan budaya religius yang mencerminkan karakter luhur masyarakat Banjar,” katanya.
Said Idrus menegaskan pawai bukan sekadar kegiatan seremonial atau jalan santai, tetapi memiliki nilai pendidikan dan pembentukan karakter bagi generasi muda.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan kreativitas melalui seni Islami, serta membangun karakter anak sejak dini.
“Melalui pawai ini anak-anak belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, cinta tanah air, serta kebanggaan terhadap budaya religius yang dimiliki masyarakat Banjar,” ungkapnya.
Wabup juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas budaya Islam di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang semakin cepat.
“Kita tidak anti terhadap kemajuan teknologi dan peradaban global. Justru kita harus menguasainya. Namun budaya religius dan nilai-nilai Islam jangan sampai terlupakan karena itulah identitas masyarakat Banjar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, Irwan Jaya, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang telah tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2026.
Menurutnya, penyelenggaraan pawai bertujuan menyemarakkan Tahun Baru Islam sekaligus mendukung visi Kabupaten Banjar yang maju, mandiri dan agamis.
“Pawai Hijriah ini diikuti sebanyak 93 kafilah TK/TPA Al-Qur’an yang tergabung dalam BKPRMI dan Yayasan Al-Banjari Kabupaten Banjar, dengan jumlah peserta sekitar 3.000 anak serta sekitar 500 pendamping,” jelasnya.
Adapun rute yang dilalui peserta dimulai dari halaman Kantor Bupati Banjar menuju Jalan Ahmad Yani, Perempatan Lampu Merah Martapura, Jalan Keraton, Jalan Pangeran Abdurrahman, Jalan Batuah, kemudian kembali ke titik finis.
Panitia juga menyiapkan berbagai penghargaan bagi peserta terbaik, mulai dari kategori juara umum, harapan, kontingen favorit hingga busana terbaik.
“Total hadiah yang disediakan mencapai Rp14,2 juta berupa trofi, piagam penghargaan dan uang pembinaan,” katanya.
Irwan berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi sarana memperkuat keimanan, persaudaraan dan solidaritas masyarakat, khususnya generasi muda Kabupaten Banjar.
Pawai Muharam 1448 Hijriah berlangsung meriah dengan penampilan berbagai atribut Islami, kreasi busana muslim, lantunan salawat serta yel-yel dari masing-masing kafilah yang memadati ruas jalan utama Kota Martapura. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum syiar Islam dan pembentukan karakter generasi Qurani yang cerdas, santun dan berakhlak mulia.













