Menu

Mode Gelap
Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak

EKOBIS · 27 Jul 2024 15:56 WIB

Roti Aoka Tetap Laku Keras di Martapura, Meski Sempat Diisukan Berbahaya


 Penjualan roti Aoka di warung - warung kelontong di Martapura Kabupaten Banjar tetap lancar di tengah isu berbahan berbahaya. foto-haris/riceknews Perbesar

Penjualan roti Aoka di warung - warung kelontong di Martapura Kabupaten Banjar tetap lancar di tengah isu berbahan berbahaya. foto-haris/riceknews

Sempat dirumorkan berbahan pengawet berbahaya, rupanya tidak mempengaruhi penjualan roti Aoka di Martapura, Kabupaten Banjar.

Salah satu pemilik warung kelontong di Martapura Timur, Aliyah (57) mengatakan bahwa distribusi roti Aoka di warungnya terus berjalan, meski beredar isu mengandung sodium dehydroacetate.

“Bahkan penjualan roti ini di tempat saya laku lima puluh bungkus tiap malam minggu pas acara rutinan,” ujar Aliyah belum lama tadi.

Hal senada juga diakui pemilik warung lainnya bernama Yana (49). Ia menjual roti Aoka sudah lama.

“Mulai dari awal rilisya, mungkin sekitar dua tahun. Sampai ini penjualan lancar-ancar saja,” ungkapnya.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Di Tengah Tekanan Global, APBN Triwulan I 2026 Solid & Ekonomi Tetap Tumbuh

8 Mei 2026 - 21:04 WIB

Komdigi Nilai Indonesia Punya Posisi Strategis Di Rantai Pasok Global AI

7 Mei 2026 - 19:05 WIB

Di Tengah Cuaca Ekstrem, Stok Ikan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dipastikan Aman

7 Mei 2026 - 18:31 WIB

BPS Banjar Butuh 559 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Rekrutmen Segera Dibuka

7 Mei 2026 - 14:57 WIB

BI Siapkan Tujuh Langkah Penguatan Saat Rupiah Undervalued

6 Mei 2026 - 20:29 WIB

Ekonomi Tumbuh 5,61%, Stimulus Baru & Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah Disiapkan

6 Mei 2026 - 20:21 WIB

Trending di EKOBIS