Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

EKOBIS · 10 Jun 2026 09:43 WIB

Sambangi Istana Negara, DEN Temui Presiden Bahas Isu Ekonomi Nasional


 Sambangi Istana Negara, DEN Temui Presiden Bahas Isu Ekonomi Nasional Perbesar

Ricek.ID – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sambangi Istana Negara untuk menghadap Presiden Prabowo Subianto guna membahas sejumlah isu ekonomi nasional.

Rombongan DEN tersebut dipimpin Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan didampingi anggota DEN M. Chatib Basri, Septian Hario Seto, dan Firman Hidayat.

Luhut usai pertemuan tersebut di Kompleks Istana Negara, Jakarta pada Selasa (9/6/2026) mengatakan pertemuan itu membahas sejumlah isu ekonomi, termasuk pembenahan tata kelola MBG dan optimalisasi digitalisasi pelayanan publik pemerintah.

“Setelah kami dipanggil oleh Presiden, saya kira penjelasan pertama adalah hasil survei yang dilakukan oleh Dewan Ekonomi mengenai pelaksanaan makan bergizi yang kita lakukan di 800 titik, jadi betul-betul dengan profesional. Jadi kita harus, kami di DEN menjaga betul kredibilitas kami dan itu kami laporkan ke Presiden detail,” katanya.

Luhut menyampaikan pihaknya melaporkan mengenai government technology yang sudah terkoneksi 80 persen.

“Jadi pemerintahan Presiden Prabowo ini nanti govtech ini akan menjadi satu bagian yang paling penting. Kenapa, karena semua data nanti akan terkumpul dengan baik dan kita tidak ada yang bisa lari dari situ,” ujarnya.

Anggota DEN Septian Hario Seto mengatakan pihaknya telah melakukan survei independen terhadap pelaksanaan MBG secara random sampling. Survei itu untuk mendalami ekosistem rantai pasok.

“Jadi satu hal tadi yang kami laporkan kepada Bapak Presiden adalah hasil dari survei MBG yang kami lakukan secara independen. Kami biayai sendiri terkait dengan terutama kami ingin melihat apakah ada ekosistem supply chain baru yang terbentuk ketika MBG program ini dijalankan,” katanya.

Menurur Seto, hasil survei menunjukkan 86,9 persen dari SPPG yang ada memiliki satu pemasok kecil.

“Jadi ini bisa digambarkan, merepresentasikan dari total keseluruhan populasi SPPG yang ada. Hasil pertama yang kami melihat positif adalah bahwa ada 86,9 persen dari SPPG yang ada saat ini itu paling tidak memiliki satu supplier kecil. Jadi ini adalah UMKM yang memang ada di dekat lokasi dari SPPG tersebut,” ujarnya.

“Kalau dihitung secara rata-rata ada tiga UMKM yang digandeng oleh SPPG ini. Jadi ini membuktikan bahwa program MBG ini selain tadi mencapai tujuan Bapak Presiden untuk perbaikan gizi dari anak-anak Indonesia, ini juga menciptakan ekosistem supply chain yang baru. Nah, yang lebih menarik ada sekitar 64-65 persen sektor UMKM-nya ini berada di dalam satu kabupaten di mana SPPG itu berada,” tambah Seto.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

MK Putuskan Anggaran MBG Dipisah dari Anggaran Pendidikan Paling Lambat pada APBN 2028

30 Juli 2026 - 18:43 WIB

Hidupkan Warisan Sejarah untuk Generasi Masa Depan, Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang

30 Juli 2026 - 18:38 WIB

BPJPH & Badan Karantina Cegah Penipuan Label Halal dengan Perkuat Pengawasan Produk Impor

30 Juli 2026 - 18:27 WIB

Prabowo Pimpin Pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026

29 Juli 2026 - 18:53 WIB

KPK Kembali Lakukan OTT di Pemalang, Sita Uang Lebih dari Rp2 Miliar

29 Juli 2026 - 18:50 WIB

Pemda Alami Kesulitan Anggaran, Wamendagri Minta Tak PHK PPPK

29 Juli 2026 - 18:47 WIB

Trending di NASIONAL