Menu

Mode Gelap
KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan

ADVERTORIAL · 4 Jun 2026 19:50 WIB

Sambangi Lapas, Dinkes Banjarbaru Sosialisasi Bahaya Tikus Pembawa Hantavirus


 Sambangi Lapas, Dinkes Banjarbaru Sosialisasi Bahaya Tikus Pembawa Hantavirus Perbesar

Ricek.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru gelar penyuluhan mengenai Hantavirus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Banjarbaru pada Rabu (3/6/2026).

Kegiatan ini ditujukan khusus kepada para petugas dan warga binaan Lapas sebagai langkah proaktif dalam mencegah serta mengendalikan penyebaran penyakit di lingkungan Lapas.

Acara ini menghadirkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarbaru, dr. Siti, sebagai narasumber utama yang turut didampingi Kepala Seksi (Kasi) Surveilens dan Imunisasi, serta Plt Kasi P2PM yang juga menjabat sebagai Kasi Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinkes Banjarbaru.

Kegiatan dibuka langsung oleh perwakilan Kepala Lapas Kelas II Banjarbaru. Dalam sambutannya, perwakilan Lapas menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini dan menekankan kegiatan penyuluhan kesehatan serupa tidak hanya dilakukan di Banjarbaru, melainkan serentak dilaksanakan secara nasional dari Aceh hingga Papua.

Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Siti menyampaikan harapannya agar edukasi ini tidak hanya menjadi sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan penyakit bagi para penghuni dan petugas Lapas.

Dalam sesi pemaparan materi, dr. Siti membagikan beberapa fakta penting dan langkah kewaspadaan terkait Hantavirus.

Ia menyebut Hantavirus bukanlah penyakit yang baru muncul, meskipun namanya mungkin belum terlalu populer di kalangan masyarakat umum. Meski jumlah kasus Hantavirus tidak terlalu banyak, masyarakat diimbau untuk tidak lengah. Jika penderita mengalami gejala yang parah, tingkat kematian (fatality rate) akibat virus ini dapat mencapai 38%.

Hantavirus disebabkan oleh virus yang dibawa oleh hewan pengerat, khususnya tikus sebagai media penularan. Penularan ke manusia umumnya terjadi melalui kontak dengan air liur, urine, atau feses tikus yang terinfeksi.

Berbeda dengan hewan penular rabies (seperti anjing atau kucing) yang biasanya tampak mengamuk atau sakit, tikus yang membawa Hantavirus justru tidak menunjukkan gejala sakit sama sekali. Hal ini membuat keberadaan virus sulit dideteksi secara kasatmata.

Namun gejala awal infeksi Hantavirus seringkali menyerupai flu biasa. Akan tetapi apabila berkembang menjadi kasus yang berat, penyakit ini dapat menyebabkan gagal napas hingga gagal ginjal.

Sebagai langkah antisipasi yang serius, dr. Siti menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi habitat yang disenangi oleh tikus.

“Saat melakukan kegiatan bersih-bersih, kami sangat menyarankan untuk selalu menggunakan masker dan sarung tangan. Selain itu, biasakan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, serta pastikan makanan dan minuman selalu dalam keadaan tertutup rapat,” jelasnya.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, Dinkes Banjarbaru berharap upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular di masyarakat, khususnya di area padat populasi seperti Lapas, dapat semakin digalakkan. Sesuai dengan prinsip kesehatan, mencegah terjadinya penyakit jauh lebih baik daripada harus mengobati saat kondisi sudah parah.

Sumber : Media Center Banjarbaru

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tinjau Lahan Kahutla, Wagub Kalsel Turun Langsung Lakukan Pemadaman

12 September 2026 - 14:48 WIB

Sejumlah Pejabat Polres Tanah Laut Berganti, Kapolres Tekankan Loyalitas dan Soliditas

12 September 2026 - 13:32 WIB

Peserta SESPIMTI Polri Gali Penanganan Karhutla di Tanah Laut

12 September 2026 - 11:58 WIB

Wapres Minta Kepala Daerah Aktif Turun ke Lapangan Tangani Karhutla

11 September 2026 - 04:40 WIB

Wapres RI Tekankan Perlindungan Anak dari Dampak Asap Karhutla

11 September 2026 - 04:38 WIB

Wapres Gibran Minta Maksimalkan Modifikasi Cuaca Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 04:36 WIB

Trending di ADVERTORIAL