Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

ADVERTORIAL · 4 Jun 2026 19:50 WIB

Sambangi Lapas, Dinkes Banjarbaru Sosialisasi Bahaya Tikus Pembawa Hantavirus


 Sambangi Lapas, Dinkes Banjarbaru Sosialisasi Bahaya Tikus Pembawa Hantavirus Perbesar

Ricek.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru gelar penyuluhan mengenai Hantavirus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Banjarbaru pada Rabu (3/6/2026).

Kegiatan ini ditujukan khusus kepada para petugas dan warga binaan Lapas sebagai langkah proaktif dalam mencegah serta mengendalikan penyebaran penyakit di lingkungan Lapas.

Acara ini menghadirkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarbaru, dr. Siti, sebagai narasumber utama yang turut didampingi Kepala Seksi (Kasi) Surveilens dan Imunisasi, serta Plt Kasi P2PM yang juga menjabat sebagai Kasi Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinkes Banjarbaru.

Kegiatan dibuka langsung oleh perwakilan Kepala Lapas Kelas II Banjarbaru. Dalam sambutannya, perwakilan Lapas menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini dan menekankan kegiatan penyuluhan kesehatan serupa tidak hanya dilakukan di Banjarbaru, melainkan serentak dilaksanakan secara nasional dari Aceh hingga Papua.

Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Siti menyampaikan harapannya agar edukasi ini tidak hanya menjadi sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan penyakit bagi para penghuni dan petugas Lapas.

Dalam sesi pemaparan materi, dr. Siti membagikan beberapa fakta penting dan langkah kewaspadaan terkait Hantavirus.

Ia menyebut Hantavirus bukanlah penyakit yang baru muncul, meskipun namanya mungkin belum terlalu populer di kalangan masyarakat umum. Meski jumlah kasus Hantavirus tidak terlalu banyak, masyarakat diimbau untuk tidak lengah. Jika penderita mengalami gejala yang parah, tingkat kematian (fatality rate) akibat virus ini dapat mencapai 38%.

Hantavirus disebabkan oleh virus yang dibawa oleh hewan pengerat, khususnya tikus sebagai media penularan. Penularan ke manusia umumnya terjadi melalui kontak dengan air liur, urine, atau feses tikus yang terinfeksi.

Berbeda dengan hewan penular rabies (seperti anjing atau kucing) yang biasanya tampak mengamuk atau sakit, tikus yang membawa Hantavirus justru tidak menunjukkan gejala sakit sama sekali. Hal ini membuat keberadaan virus sulit dideteksi secara kasatmata.

Namun gejala awal infeksi Hantavirus seringkali menyerupai flu biasa. Akan tetapi apabila berkembang menjadi kasus yang berat, penyakit ini dapat menyebabkan gagal napas hingga gagal ginjal.

Sebagai langkah antisipasi yang serius, dr. Siti menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi habitat yang disenangi oleh tikus.

“Saat melakukan kegiatan bersih-bersih, kami sangat menyarankan untuk selalu menggunakan masker dan sarung tangan. Selain itu, biasakan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, serta pastikan makanan dan minuman selalu dalam keadaan tertutup rapat,” jelasnya.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, Dinkes Banjarbaru berharap upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular di masyarakat, khususnya di area padat populasi seperti Lapas, dapat semakin digalakkan. Sesuai dengan prinsip kesehatan, mencegah terjadinya penyakit jauh lebih baik daripada harus mengobati saat kondisi sudah parah.

Sumber : Media Center Banjarbaru

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Wali Kota Banjarbaru Serahkan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Ahli Waris Ketua RT & Pekerja Rentan

4 Juni 2026 - 20:15 WIB

BPSPTPH Kalsel Dorong Modernisasi Pertanian melalui Sekolah Lapang Drone Pertanian

4 Juni 2026 - 20:10 WIB

Wajib Halal Oktober 2026, Wali Kota Banjarmasin Ajak Pelaku UMK Segera Urus Sertifikasi

4 Juni 2026 - 19:59 WIB

Disdukcapil Kalsel & Amanah Borneo Park Jajaki Kerja Sama Pemanfaatan KIA

4 Juni 2026 - 19:33 WIB

Penutupan Lomba Imtaq Kepemudaan Kotabaru 2026 Berlangsung Meriah

4 Juni 2026 - 08:24 WIB

Tingkatkan Kualitas Keluarga, TP PKK Banjar Jadikan Pendidikan Sebagai Prioritas Utama

3 Juni 2026 - 18:49 WIB

Trending di ADVERTORIAL