Riceknews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar memastikan tidak ada Pasar Wadai Ramadan tahun ini.
Pasar Wadai Ramadan biasanya diadakan di samping Alun – Alun Ratu Zalecha Martapura itu hanya sering ramai pada saat awal pembukaan saja.
Kepastian itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudporapar) Banjar, Irwan Jaya.
“Dari hasil evaluasi dan berbagai pertimbangan, pasar Ramadan tahun ini terpaksa kami tiadakan,” ujar Irwan Jaya.
Irwan merincikan ada lima alasan. Dari pedagang sudah punya lapak strategis sendiri sampai wadai yang dijual tidak variatif.
“Para pedagang merasa tidak perlu ikut program pemerintah Pasar Ramadhan,” ucap Irwan.
Alasan lainnya, pembeli banyak yang ogah singgah ke pasar Ramadan karena harus bayar parkir.
“Wadai yang dijual para penjual juga kurang variatif. Tidak enak dan dinilai mahal. Dua alasan terakhir itu relatif karena soal selera,” paparnya.
Dari banyak faktor itu, Irwan bilang, tiap tahunnya pembeli semakin menurun.
Beberapa tahun terakhir, pemerintah berupaya meningkatkan kunjungan pembeli. Namun juga tidak begitu berpengaruh.
“Padahal kami sudah memancing pembeli datang dengan Festival Becatuk Dauh (2024) dan doorprize dari para sponsor. Tetapi kunjungan pembeli masih rendah,” pungkasnya.
Seorang warga mengaku kecewa setelah mengetahui pasar wadai Ramadan tahun ini ditiadakan di Martapura.
“Kecewa sih, karena kami sekeluarga selalu ke sana tiap tahun. Beli takjil wadai sambil jalan – jalan,” ujar Ainun, warga Sungkai.
Juga pedagang yang biasa berjualan di pasar Ramadan sebelumnya mengaku kecewa.
“Padahal saya sudah bersiap berjualan di sana. Memang sempat rugi jualan di situ, tapi sekarang kan bisa berjualan online untuk promosi,” tutur Sarah.
Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra
