Ricek.ID, Martapura– Sebanyak 114 dari ribuan warga terdampak banjir di Kabupaten Banjar terpaksa mengungsi ke Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar. Banjir yang telah berlangsung selama beberapa pekan belum surut, sehingga warga harus meninggalkan rumah demi keselamatan.
Permukiman warga terendam dengan ketinggian bervariasi, bahkan mencapai puluhan centimeter di dalam rumah. Kondisi ini menyebabkan aktivitas sehari-hari warga terganggu, dan rumah tidak lagi layak dihuni sementara waktu.
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Banjar menjadikan Aula Dinas Pendidikan sebagai salah satu lokasi pengungsian. Di tempat ini, para pengungsi dapat beristirahat dengan aman sekaligus mendapatkan bantuan logistik berupa makanan.
“Sudah di sini sejak hari Senin lalu karena air yang merendam rumah sudah mencapai sekitar 1 meter. Alhamdulillah di sini kami bisa beristirahat dan makanan juga dijamin,” ujar Munawarah, salah seorang pengungsi, Sabtu (3/1/2026).
Instansi pemerintah di lingkup Kabupaten Banjar terus bersinergi menyalurkan bantuan logistik, termasuk kepada para pengungsi.
“Untuk logistik dari Dinas Sosial dan BPBD, kami hanya menyediakan tempatnya,” kata Wahyu Efendi, Kasubag Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar.
Berdasarkan data terbaru pemerintah daerah, total pengungsi banjir di Kabupaten Banjar mencapai 4.734 orang dari 115 desa terdampak. Jumlah ini mencakup warga yang berada di pos pengungsian maupun mereka yang mengamankan diri di rumah keluarga atau kerabat yang lebih aman dari banjir.
Pemerintah Kabupaten Banjar terus memantau perkembangan banjir serta memastikan penanganan dan bantuan bagi warga terdampak berjalan secara optimal.
