Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

DAERAH · 30 Jan 2025 21:19 WIB

Tantangan Petugas DPKP Banjar Saat Evakuasi Korban Banjir


 Tantangan Petugas DPKP Banjar Saat Evakuasi Korban Banjir Perbesar

Riceknews.id – Di tengah hujan yang mengguyur Kabupaten Banjar, puluhan ribu warga terdampak banjir. Di balik bencana ini, ada kisah para petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banjar yang tak kenal lelah mengevakuasi korban.

Terendam air hingga kaki berjamur (kutu air/balancat) dan keriput, bukan halangan bagi petugas DPKP. Hujan deras, arus sungai, dan ancaman hewan berbahaya menjadi tantangan yang harus mereka hadapi saat mengevakuasi korban banjir.

Seperti yang terlihat pada Kamis (30/1/2025) siang hingga sore, petugas DPKP Banjar bersama Satpol PP melakukan penyisiran hingga Desa Sungai Batang, Martapura Barat.

“Hari ini, kami menerima 20 laporan dengan jumlah korban yang bervariasi,” ujar Kasi Pemadaman, Penyelamatan dan Evakuasi DPKP Banjar, Ihwan Fahri.

Nor Haminah (22), Muhammad Samlawi (25), Muhammad Nur (28), dan Supian Sauri (46) bersama tim Satpol PP menyusuri jalan yang terendam arus deras di Pekauman Ulu, Martapura Timur hingga Desa Sungai Batang, Martapura Barat.

Namun, sesampainya di titik evakuasi, korban telah berangkat dengan mobil keluarga mereka.

“Cepatlah pemerintah beri bantuan yang tidak percuma! Jangan nasi bungkus saja,” teriak seorang warga saat penyisiran.

Petugas pun berbalik arah dan membantu mengevakuasi warga yang tersisa.

Sebanyak 13 warga dengan 3 unit motor diangkut menggunakan mobil Satpol PP.

“Sempat terkendala karena menyesuaikan ukuran truk dengan gelombang air di jalan yang terendam. Gelombang air itu dapat merusak rumah warga,” ujar Iwan.

Setelah mengantar warga ke tempat yang aman, petugas kembali ke kantor. Tak lama berselang, laporan evakuasi kembali masuk. Kali ini, sembilan santriwati terjebak di dalam pagar dan membutuhkan evakuasi.

“Truk yang dapat memuat sembilan orang masih proses evakuasi di titik lain,” imbuh Samlawi saat menerima laporan melalui Iwan.

“Hingga sekarang kami terkendala kekurangan armada dan truk evakuasi, khususnya untuk banjir,” ungkap Iwan.

Meski lelah dan keluarga mereka juga terdampak banjir, para petugas tetap siaga 24 jam. Mereka bekerja dengan niat beribadah dan berharap pekerjaan mereka selalu dilancarkan serta diberikan keselamatan.

Penulis: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Ikuti Public Communication Summit 2026, Pemkab Kotabaru Komitmen Perkuat Sinergi Pengelolaan Isu di Era Digital

3 Juni 2026 - 14:50 WIB

Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel & Relawan, BPBD Banjar Gelar Gladi Penanggulangan Karhutla

3 Juni 2026 - 13:12 WIB

Kasus Begal Payudara di Sungai Sipai, Anggota DPRD Banjar Sebut Kekerasan Seksual Tak Bisa Ditoleransi

2 Juni 2026 - 22:25 WIB

Pemko Banjarbaru Tandatangani Komitmen Percepatan Rekomendasi BPK

2 Juni 2026 - 20:00 WIB

Luas Tambah Tanam Padi di Kalsel Hingga Mei 2026 Tembus 244.873 Hektare

2 Juni 2026 - 19:56 WIB

Undang Pengelola SPPG, DPKP Kalsel Siapkan Pelatihan Penggunaan Test Kit Keamanan Pangan

2 Juni 2026 - 19:48 WIB

Trending di DAERAH