Menu ✖

Mode Gelap
Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru

DAERAH · 2 Jun 2026 19:56 WIB

Luas Tambah Tanam Padi di Kalsel Hingga Mei 2026 Tembus 244.873 Hektare


 Luas Tambah Tanam Padi di Kalsel Hingga Mei 2026 Tembus 244.873 Hektare Perbesar

Ricek.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) catatkan capaian Luas Tambah Tanam (LTT) padi sekitar 244.873 hektare atau 60,7 persen dari target tahunan sebesar 402.802 hektare hingga Mei 2026.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan Masliyana pada Selasa (2/6/2026) mengatakan target LTT 2026 disusun berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama dinas pertanian kabupaten/kota pada awal tahun.

“Dari hasil rapat koordinasi bersama kabupaten dan kota, target luas tambah tanam padi tahun 2026 ditetapkan sebesar 402.802 hektare. Hingga akhir Mei, realisasinya sudah mencapai sekitar 244.873 hektare atau 60,7 persen dari target,” ujarnya.

Menurut Masliyana, perkembangan capaian LTT terus dipantau secara rutin melalui pendataan harian yang dilakukan bersama Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Kota Se Kalsel. Pemantauan tersebut dilakukan setiap hari guna memastikan perkembangan tanam di seluruh wilayah Kalimantan Selatan dapat terukur dan terdokumentasi dengan baik.

Masliyana menjelaskan, data LTT yang dihimpun merupakan akumulasi dari berbagai kegiatan tanam padi, baik yang bersifat reguler maupun program pemerintah. Program tersebut meliputi kegiatan cetak sawah, optimasi lahan, hingga pengembangan padi gogo yang dilaksanakan di berbagai daerah.

“Data luas tambah tanam yang tercatat merupakan gabungan dari kegiatan tanam reguler petani dan program-program strategis pemerintah yang berjalan di kabupaten dan kota,” jelasnya.

Masliyana menyebutkan, kontribusi terbesar terhadap capaian LTT berasal dari daerah sentra produksi padi di Kalimantan Selatan, yakni Kabupaten Barito Kuala, Banjar, Tanah Laut, dan Tapin. Keempat daerah tersebut memiliki luas baku sawah yang cukup besar sehingga menjadi penyumbang utama produksi padi dan realisasi tanam di provinsi ini.

Meski target awal tahun 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya, pihaknya optimistis realisasi LTT masih berpotensi meningkat seiring pelaksanaan berbagai program pertanian sepanjang tahun.

Berdasarkan data DPKP Kalsel, capaian LTT terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023 luas tambah tanam mencapai 334.400 hektare, meningkat menjadi 410.932 hektare pada 2024, dan kembali naik menjadi 478.837 hektare pada 2025.

“Target yang disusun pada awal tahun masih bersifat dinamis karena dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi iklim. Namun dengan dukungan program pemerintah, bukan tidak mungkin capaian luas tambah tanam tahun 2026 bisa melampaui target yang telah ditetapkan,” katanya.

Menghadapi musim kemarau, DPKP Kalsel juga telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga laju tanam petani. Salah satunya melalui penyaluran bantuan benih padi varietas unggul maupun padi lokal kepada kelompok tani di berbagai daerah.

Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan dukungan program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) guna mempercepat realisasi tanam di lapangan.

Masliyana menekankan pentingnya percepatan pengolahan lahan setelah masa panen. Petani diimbau agar tidak membiarkan lahan menganggur terlalu lama sehingga siklus tanam dapat berlangsung lebih cepat.

“Setelah panen, kami anjurkan petani segera melakukan olah lahan. Idealnya dalam waktu maksimal 20 hari lahan sudah siap ditanami kembali. Langkah ini penting untuk mempercepat pertambahan luas tanam dan menjaga produktivitas pertanian,” tuturnya.

Masliyana menambahkan sejumlah kawasan pertanian rawa seperti wilayah Alabio, Daha, dan Amuntai masih memiliki potensi penambahan luas tanam pada periode Juli hingga Agustus mendatang seiring surutnya genangan air di lahan pertanian.

“Dengan berbagai upaya tersebut, DPKP Kalsel optimistis target luas tambah tanam padi tahun 2026 dapat tercapai bahkan berpeluang melampaui capaian tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Drone Bantu Petakan Tiga Titik Api Karhutla di Blok Merah Banjarbaru

21 Oktober 2026 - 20:34 WIB

ESDM Kalsel Kejar Target Pemadaman Karhutla Blok Merah dalam Sepekan

21 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Pemprov Kalsel Tekan Inflasi & Harga Sembako Melalui Gerakan Pangan Murah Serentak

21 Oktober 2026 - 20:25 WIB

DPPPA-KB Kalsel Kembangkan Materi Edukasi KB Berbasis Kearifan Budaya Lokal

21 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Kalsel Uji Coba Bubuk Pemadam Karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi, Hasil Awal Dinilai Efektif

21 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati Kotabaru Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat & Rumah Sakit di Tanjung Lalak

20 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Trending di ADVERTORIAL