Menu ✖

Mode Gelap
Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

INTERNASIONAL · 3 Jun 2026 12:00 WIB

Imbauan bagi WNI Eks Online Scam di Kamboja : “Segera Pulang ke Tanah Air”


 Imbauan bagi WNI Eks Online Scam di Kamboja : “Segera Pulang ke Tanah Air” Perbesar

Ricek.ID – Warga Negara Indonesia (WNI) mantan pekerja jaringan penipuan daring (online scam) yang telah melengkapi dokumen administrasi diimbau Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja untuk segera membeli tiket dan kembali ke tanah air.

Hal ini disampaikan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Phnom Penh, Krishnajie, dalam keterangan resmi pada Selasa (2/6/2026).

“Kami mengimbau kepada WNI yang dokumennya telah selesai dan telah memperoleh penghapusan denda overstay agar segera kembali ke Indonesia sehingga proses penanganan terhadap WNI lainnya dapat berlangsung secara lebih optimal,” ujarnya.

Krishnajie mengatakan, jumlah WNI yang mendatangi perwakilan RI untuk memohon bantuan terus mengalami peningkatan setiap hari.

Ia juga mengingatkan agar para WNI tidak lagi mencoba terlibat dalam bisnis gelap itu. karena otoritas setempat kini kian agresif melakukan penindakan.

“KBRI Phnom Penh mengingatkan kepada WNI yang masih mencoba untuk melakukan aktivitas penipuan daring di Kamboja untuk segera mengurungkan niatnya dan mematuhi peraturan setempat atau berisiko menghadapi tuntutan hukum yang lebih serius,” tegas Krishnajie.

Berdasarkan data internal KBRI Phnom Penh, terdapat lonjakan kasus yang sangat tajam sepanjang tahun ini.

Dalam periode 16 Januari hingga 31 Mei 2026 saja, tercatat sebanyak 10.151 WNI telah melapor untuk mendapatkan fasilitasi pemulangan.

Angka kumulatif pada lima bulan pertama tahun 2026 bahkan telah menyentuh 10.287 kasus, atau melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan total penanganan kasus sepanjang tahun 2025 yang berjumlah 5.088 kasus.

Selain penanganan berskala mandiri di kantor kedutaan, ratusan WNI lainnya dilaporkan terjaring dalam berbagai operasi razia yang dilancarkan aparat Kamboja di sejumlah lokasi terindikasi pusat online scam.

Para WNI tersebut saat ini ditempatkan di pusat-pusat penahanan imigrasi untuk menunggu proses deportasi. Hingga awal Juni, diperkirakan masih ada sekitar 400 WNI yang berada di fasilitas penahanan yang tersebar di wilayah Kamboja.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Konsolidasi Nasional K-Gibran di Solo, Delegasi Kalsel Hadir dengan 14 Pengurus

31 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Riset Jadi Solusi Nyata, Presiden Ingin Karhutla Diatasi, Limbah Sawit Jadi Energi, Vaksin Malaria Dipercepat

27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Menko Hilirisasi Sebut Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura tidak Melanggar Kontrak

27 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Pengangguran Turun ke 4,65 Persen, Pasar Kerja Indonesia Tunjukkan Tren Positif

27 Oktober 2026 - 21:21 WIB

Tangani Kejahatan Digital, Kemkomdigi Perkuat Sinergi dengan Polri

27 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Bea Cukai Amankan 25,88 Kilogram Emas Senilai Rp61,95 Miliar

27 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Trending di HUKUM