Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

LINGKUNGAN · 22 Agu 2026 18:51 WIB

Tiba di Kalbar, Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Karhutla & Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya


 Tiba di Kalbar, Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Karhutla & Susuri Lahan Terbakar di Kubu Raya Perbesar

Ricek.ID – Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada Sabtu (22/8/2026). Setibanya di Kalbar, Presiden langsung menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri, pimpinan lembaga, serta jajaran pemerintah daerah untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Mengawali rapat, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melaporkan bahwa sejumlah pimpinan kementerian/lembaga dari pemerintah pusat serta unsur pemerintah daerah telah hadir untuk mengikuti rapat penanganan karhutla tersebut.

“Pada hari ini, Sabtu 22 Agustus 2026, telah hadir 8 pimpinan kementerian/lembaga dari pusat, kemudian 10 pimpinan pemerintah daerah, gubernur, kapolda, pangdam, Basarnas, BMKG, BNPD dari Daerah, di Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan. Saat ini kita berada di Pontianak, Kalimantan Barat,” ujar Seskab Teddy.

Dalam pengantarnya, Presiden menegaskan bahwa kedatangannya ke Kalbar bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi nyata di lapangan sekaligus memperoleh laporan mengenai situasi terkini.

“Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi,” ujar Prabowo.

Dalam pemaparan situasi terkini, Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo menyampaikan hasil pemantauan titik panas atau hotspot selama 24 jam berdasarkan pantauan satelit. Dari pemantauan tersebut, terdeteksi 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Kalimantan Barat.

Selain itu, Bulo melaporkan terdapat 3.100 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah dan 406 dengan tingkat kepercayaan rendah. Menurutnya, sebaran titik panas tersebut terutama berada di sejumlah kabupaten di bagian selatan dan timur Kalimantan Barat.

“Kami laporkan bahwa titik hotspot ini didominasi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara di wilayah sektor Selatan. Kemudian di wilayah timur juga Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut turut disampaikan prakiraan potensi hujan di Kalbar. Berdasarkan pemantauan, hujan dengan intensitas ringan diperkirakan berpotensi terjadi terutama di wilayah timur Kalbar pada periode 21 hingga 27 Agustus 2026.

Pemerintah sebelumnya juga telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 11 hingga 18 Agustus 2026. Operasi tersebut sempat dihentikan karena tidak terdapat potensi awan yang memadai.

“Kemudian kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awal akan terjadi pada tanggal 23-27 sehingga kami akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” tutur Bulo.

Usai memimpin rapat terbatas terkait penanganan karhutla di Pangkalan TNI AU Supadio, Presiden Prabowo langsung bergerak menuju salah satu lokasi terdampak kebakaran di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan upaya pemadaman berjalan optimal.

Setibanya di lokasi, Prabowo tampak berjalan menyusuri lahan yang terbakar. Presiden melihat dari dekat kondisi area terdampak serta proses penanganan kebakaran yang tengah dilakukan oleh petugas gabungan.

Di tengah peninjauan, Prabowo turut memberikan arahan kepada para menteri dan jajaran terkait yang mendampinginya. Ia menekankan pentingnya penanganan karhutla dilakukan secara cepat dan terkoordinasi agar api dapat segera dikendalikan serta tidak meluas ke wilayah lainnya.

Presiden juga menghampiri dan menyapa para petugas yang tengah bertugas melakukan proses pemadaman. Kehadiran Prabowo di tengah para petugas menjadi bentuk perhatian terhadap kerja keras seluruh unsur yang terlibat langsung dalam pengendalian kebakaran di lapangan.

Tidak hanya berinteraksi dengan para petugas, Presiden turut menyapa sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi. Interaksi tersebut menjadi bagian dari peninjauan Kepala Negara untuk melihat secara langsung situasi masyarakat di wilayah terdampak karhutla.

Dengan turun langsung ke lokasi kebakaran, Presiden ingin memastikan arahan dan strategi penanganan karhutla dapat diterapkan secara efektif di lapangan. Pemerintah juga terus mengerahkan berbagai upaya untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Sumber : BPMI Setpres

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolri Tegaskan Komitmen Berantas Premanisme & Jaga Dunia Usaha

9 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Kapolda NTB Uji Jalur Penonton hingga Sirkuit Menjelang MotoGP Mandalika

9 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Kemkomdigi Pastikan Layanan Telekomunikasi Siap Dukung 200 Ribu Penonton MotoGP Mandalika

9 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemerintah Terbitkan Perpres 27/2026, Pengemudi Ojek Online Dapat Kepastian Hukum & Batas Biaya Platform 8 Persen

9 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Prabowo: Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Bukti Nyata Strategi Hilirisasi Indonesia

8 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Kepercayaan & Lindungi Investasi

8 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Trending di EKOBIS