Menu ✖

Mode Gelap
Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

ADVERTORIAL · 23 Agu 2026 16:03 WIB

Tunggu Awan Bisa Disemai, Pesawat OMC Standby di Bandara Syamsudin Noor


 Tunggu Awan Bisa Disemai, Pesawat OMC Standby di Bandara Syamsudin Noor Perbesar

Ricek.ID – Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih menunggu kondisi awan yang memenuhi persyaratan untuk dilakukan penyemaian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel memastikan seluruh dukungan operasional tetap disiagakan.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, di Banjarbaru pada Jumat (21/8/2026) mengatakan OMC sebelumnya telah dilakukan selama tujuh hari pada 15–21 Juli 2026. Operasi tersebut dihentikan setelah ketersediaan awan potensial untuk disemai mulai menipis.

“OMC sempat dilaksanakan selama tujuh hari, dari tanggal 15 Juli sampai dengan 21 Juli. Namun, karena kondisi awan hujan yang bisa disemai mulai menipis, OMC dihentikan tanggal 21 Juli,” ujar Ronny.

Meski operasi telah dihentikan sementara, kebutuhan operasional untuk melaksanakan OMC masih disiapkan. Pesawat yang digunakan dalam kegiatan tersebut telah berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor bersama bahan-bahan semai.

Ronny menyebutkan, perlengkapan OMC mulai didatangkan dari Jakarta pada 13 Juli 2026. Sejak saat itu, seluruh kebutuhan operasi disiapkan untuk mendukung pelaksanaan sesuai kondisi cuaca.

“Pesawat serta bahan-bahan OMC sudah standby di Bandara Syamsudin Noor,” jelasnya.

Menurut Ronny, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada hasil pemantauan BMKG. Awan yang menjadi target penyemaian harus memenuhi kondisi tertentu agar operasi dapat dilakukan secara efektif.

Hingga Jumat (21/8/2026), pemantauan radar BMKG masih terus dilakukan untuk mencari peluang pelaksanaan OMC. Jika terdapat awan potensial, BPBD bersama tim terkait dapat segera mengaktifkan kembali operasi.

“Begitu kawan-kawan BMKG menemukan sebaran awan yang bisa disemai, pesawat langsung bergerak beserta bahan-bahannya,” tegas Ronny.

Kesiapan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi peningkatan karhutla di tengah kondisi cuaca yang panas. OMC diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan.

BPBD Kalsel menegaskan pelaksanaan OMC tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan menunggu rekomendasi dan kondisi teknis yang sesuai dari BMKG. Karena itu, pemantauan cuaca dan koordinasi antarlembaga terus dilakukan untuk menentukan waktu operasi berikutnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

PWI & PT Pelsart Bagikan Bantuan Tandon Air untuk Warga Terdampak Krisis Air Bersih di Kotabaru

30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Pemkab Kotabaru Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelola Perpustakaan Sekolah

29 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Berkolaborasi Bantu Warga Hadapi Krisis Air Bersih, PT PTK & PWI Kotabaru Akan Salurkan Bantuan Tandon Air

29 Oktober 2026 - 12:12 WIB

PDI Perjuangan Nias Utara Gelar Aksi Sosial Berbagi Sembako di Hari Sumpah Pemuda ke-98

29 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Polres Tanah Laut, Teguhkan Semangat Patriotisme & Kepedulian

28 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Ajak Pemuda Berkontribusi bagi Masyarakat

28 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Trending di ADVERTORIAL