Menu

Mode Gelap
121 Petugas Haji Embarkasi Banjarmasin Dikukuhkan, Siap Layani 6.800 Jemaah Tanpa Pesaing, Irwan Bora Menuju Kursi Ketua KONI Banjar Pariwisata Kotabaru Terus Digenjot Warga Diminta Tak Jadi Penonton Sediakan Karaoke dan Kamar, Bangunan Liar Ditertikan Satpol PP Dugaan Pungli di PPS DPRD Dorong Pembentukan Satgas Penertiban

DAERAH · 27 Feb 2026 08:34 WIB ·

Ubah Nasib Masyarakat Rentan, PRSTS Barakat Cangkal Bacari Cetak Wirausaha


 Ubah Nasib Masyarakat Rentan, PRSTS Barakat Cangkal Bacari Cetak Wirausaha Perbesar

Banjarbaru, Ricek.ID – Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (PRSTS) Barakat Cangkal Bacari terus membuktikan komitmennya dalam memutus rantai kemiskinan di Kalimantan Selatan. Melalui program pembinaan intensif, panti ini menyulap masyarakat rentan menjadi sosok wirausaha mandiri yang siap bertarung di dunia industri.

Berdasarkan Pergub 05 Tahun 2022, PRSTS Barakat Cangkal Bacari menjalankan fungsi rehabilitasi yang menyasar warga dari 13 kabupaten/kota. Saat ini, terdapat 81 klien yang sedang menjalani pembinaan, terdiri dari 55 perempuan dan 26 laki-laki. Mereka rata-rata merupakan Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) dan masyarakat dari keluarga tidak mampu.

Selama enam bulan masa pembinaan, para klien tidak hanya mendapatkan bimbingan fisik dan mental, tetapi juga pelatihan keterampilan praktis. Terdapat lima jurusan utama, di antaranya:

Tata Boga: Mengadopsi standar kurikulum SMK, klien diajarkan mengolah masakan Indonesia, masakan Oriental (Chinese & Japanese food), hingga aneka kue dan jajanan pasar yang memiliki nilai jual tinggi.

Tata Busana: Pelatihan dimulai dari teknik dasar menjahit hingga pembuatan pola dan produksi pakaian seperti kemeja, daster, hingga baju kerja.

Tata Rias: Klien dibekali keahlian merias wajah (pesta, wisuda, hingga pengantin Banjar), pangkas rambut, serta perawatan kecantikan seperti facial dan smoothing.

“Kami ingin mereka memiliki bekal yang nyata. Di Tata Boga, fokusnya adalah makanan yang cepat laku di pinggir jalan agar mereka bisa langsung berwirausaha saat pulang nanti,” ujar Rina Widayatun, salah satu instruktur panti.

Sementara itu, Kepala Panti Fathul Jannah melalui Kasi Pembinaan dan Resosialisasi Gusti Mursiadi mengatakan, poses pendidikan di panti ini terbagi menjadi dua fase penting. Empat bulan pertama difokuskan pada pembelajaran tatap muka dan praktik di dalam panti. Selanjutnya, pada dua bulan terakhir, para klien akan mengikuti Praktik Belajar Kerja (Magang) di berbagai dunia usaha dan industri yang telah menjalin kerja sama.

Dukungan panti tidak berhenti pada pelatihan saja. Sebagai modal awal untuk berdikari, setiap lulusan akan dibekali dengan bantuan peralatan kerja sesuai dengan jurusan yang ditekuni, seperti mesin jahit bagi lulusan Tata Busana atau peralatan salon bagi lulusan Tata Rias.

Program ini diharapkan mampu mengubah status sosial para klien dari yang semula bergantung pada bantuan atau masyarakat rentan, menjadi sosok yang produktif.

“Harapan kami, setelah keluar dari sini mereka bisa mandiri, memperbaiki ekonomi keluarga, dan tidak lagi menjadi beban di masyarakat. Dengan mental yang terbina dan keterampilan yang terasah, mereka siap kembali memulai hidup baru,” pungkasnya.

Pewarta: Rachman
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Pertamina Dukung BPK Lewat Budidaya Gurame Perkuat Ekonomi dan Siaga Karhutla

17 April 2026 - 14:19 WIB

PT AGM Bantah Belum Bayar Ganti Rugi Lahan di HSS

8 April 2026 - 11:03 WIB

Antisipasi Kemarau Panjang Distribusi Air Bersih Dipastikan Tetap Lancar

4 April 2026 - 15:14 WIB

Persiapan Haul Datu Kelampayan Capai 90 Persen

24 Maret 2026 - 11:23 WIB

89 BPK Relawan Buser 690 Banjar Ikuti Pawai Gema Takbiran di Martapura

21 Maret 2026 - 01:02 WIB

Polres Banjar Matangkan Pengamanan Haul ke-220 Datu Kelampayan

18 Maret 2026 - 16:42 WIB

Trending di DAERAH