Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

HEADLINE · 29 Jul 2026 15:52 WIB

Ungkap Lima Kasus Pembunuhan Sepanjang 2026, Polres Banjar Sebut Motif Dendam & Sakit Hati Mendominasi


 Ungkap Lima Kasus Pembunuhan Sepanjang 2026, Polres Banjar Sebut Motif Dendam & Sakit Hati Mendominasi Perbesar

Ricek.ID – Sepanjang tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Banjar mencatat telah mengungkap lima kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah hukumnya. Dari seluruh perkara tersebut, motif yang paling banyak ditemukan adalah rasa sakit hati yang berujung pada tindakan menghilangkan nyawa.

Kapolres Banjar AKBP Fadli pada Rabu (29/7/2026) mengatakan lima kasus itu terjadi di sejumlah kecamatan, yakni Martapura, Pengaron, dan Sungai Pinang. Bahkan, Kecamatan Sungai Pinang menjadi wilayah yang dua kali terjadi kasus pembunuhan dalam periode yang sama.

“Sepanjang tahun ini kurang lebih ada lima kasus pembunuhan yang berhasil kami ungkap. Kejadiannya di Martapura, Pengaron, dan Sungai Pinang yang sudah kedua kalinya,” ujar AKBP Fadli.

Berdasarkan hasil penyelidikan, sebagian besar pelaku melakukan aksi tersebut karena dilatarbelakangi persoalan pribadi yang berkembang menjadi dendam dan rasa tidak terima terhadap korban.

Kapolres menegaskan tindakan kekerasan bukanlah solusi dalam menyelesaikan konflik. Menurutnya, setiap persoalan memiliki mekanisme hukum yang dapat ditempuh tanpa harus berujung pada tindak pidana.

“Rata-rata motifnya sakit hati dan tidak terima, sehingga pelaku memilih melakukan pembunuhan. Padahal semua persoalan bisa diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan kekerasan,” katanya.

AKBP Fadli mencontohkan kasus terakhir yang berhasil diungkap di Kecamatan Sungai Pinang. Dalam perkara tersebut, korban dan pelaku diketahui masih tinggal bertetangga, namun persoalan pribadi yang tidak terselesaikan akhirnya berujung pada tindak pidana pembunuhan.

Melihat masih tingginya kasus tersebut, Polres Banjar akan terus memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi hukum kepada masyarakat. AKBP Fadli mengajak pemerintah desa, camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga insan pers untuk bersama-sama memberikan pemahaman agar masyarakat tidak menyelesaikan masalah dengan tindakan melawan hukum.

“Kami membutuhkan dukungan semua pihak untuk memberikan penyuluhan dan pendidikan hukum kepada masyarakat. Indonesia adalah negara hukum, sehingga setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Kapolri Dorong Penelusuran Aset Kejahatan Digital

2 November 2026 - 19:34 WIB

Dugaan Pelanggaran Kehutanan, Menhut Segel Tumpukan Kayu, Dua Truk & Ekskavator

2 November 2026 - 19:32 WIB

Gelar Workshop Pembuatan Sulam Sugul, Dekranasda Banjar Dorong Pengembangan Produk Fesyen

2 November 2026 - 19:23 WIB

Puskesmas Gambut Gelar Pemeriksaan Kesehatan bagi Petugas Karhutla

2 November 2026 - 19:20 WIB

Rakor Mingguan Pemkab Banjar, Bupati Soroti Masalah Karhutla & Kesehatan

2 November 2026 - 19:17 WIB

Sekda Banjar Tekankan Penguatan Kedisiplinan & Nilai Dasar ASN BerAKHLAK

2 November 2026 - 19:15 WIB

Trending di ADVERTORIAL