Menu ✖

Mode Gelap
Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

DAERAH · 5 Jun 2026 08:41 WIB

Wajib Halal Oktober 2026, Pelaku UMKM Kalsel Didorong Segera Kantongi Sertifikat Halal


 Wajib Halal Oktober 2026, Pelaku UMKM Kalsel Didorong Segera Kantongi Sertifikat Halal Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus perkuat komitmen dalam membangun ekosistem halal yang kuat dan berdaya saing melalui kegiatan Sosialisasi Nasional Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 yang digelar di Aula Kayuh Baimbai, Kota Banjarmasin pada Kamis (4/6/2026).

Gubernur Kalsel Muhidin yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Rusma Khazairin, menyampaikan apresiasi kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kalsel, para pelaku usaha, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem halal yang semakin kokoh di Kalsel.

Rusma menjelaskan, pemerintah telah menetapkan batas akhir penahapan kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026. Kebijakan tersebut bertujuan memberikan perlindungan dan kepastian kepada masyarakat sebagai konsumen agar dapat menggunakan produk yang terjamin kehalalannya. Bagi masyarakat Kalsel yang dikenal religius, halal bukan sekadar regulasi, melainkan bagian dari nilai kehidupan yang harus dijaga dan dipastikan keberlangsungannya.

Ia menegaskan sertifikasi halal tidak boleh dipandang sebagai beban administratif semata. Sebaliknya, sertifikasi halal merupakan instrumen penting untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan para pelaku usaha.

Lebih lanjut, Rusma mengungkapkan Kalsel memiliki ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Untuk mendukung peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM, Pemprov Kalsel telah menjalankan berbagai program, termasuk program 1.000 sertifikat halal bagi UMKM sepanjang tahun 2025 sebagai bentuk keberpihakan kepada pelaku usaha lokal.

Berdasarkan data BPJPH Kalsel hingga 3 Juni 2026, jumlah sertifikat halal yang telah diterbitkan sejak tahun 2021 mencapai 26.207 sertifikat. Sementara itu, selama lima bulan pertama tahun 2026 saja telah diterbitkan sebanyak 4.077 sertifikat halal. Capaian tersebut dinilai patut disyukuri, namun juga menjadi pengingat bahwa masih banyak pelaku usaha yang perlu didampingi untuk memenuhi kewajiban sertifikasi halal.

Saat ini, kuota program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) di Kalsel masih tersedia sebanyak 8.422 kuota. Karena itu, Rusma mengimbau para pelaku usaha untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dan segera mengurus sertifikasi halal bagi produknya sebelum batas waktu yang telah ditetapkan pemerintah.

Melalui gerakan Wajib Halal Oktober 2026, Pemprov Kalsel ingin memastikan tidak ada pelaku usaha yang tertinggal informasi, tidak ada UMKM yang mengalami kesulitan mengakses layanan, serta seluruh masyarakat memahami pentingnya jaminan produk halal. Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mengajak pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, asosiasi usaha, dan para pendamping proses produk halal untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi.

“Mari kita jadikan Kalimantan Selatan sebagai salah satu provinsi terdepan dalam implementasi jaminan produk halal di Indonesia,” ujar Rusma Khazairin.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemprov Kalsel Uji Efektivitas Pemadaman Karhutla dengan Cairan Surfaktan untuk Operasi Water Bombing

31 Oktober 2026 - 11:33 WIB

PWI & PT Pelsart Bagikan Bantuan Tandon Air untuk Warga Terdampak Krisis Air Bersih di Kotabaru

30 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Pemkab Kotabaru Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelola Perpustakaan Sekolah

29 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Berkolaborasi Bantu Warga Hadapi Krisis Air Bersih, PT PTK & PWI Kotabaru Akan Salurkan Bantuan Tandon Air

29 Oktober 2026 - 12:12 WIB

PDI Perjuangan Nias Utara Gelar Aksi Sosial Berbagi Sembako di Hari Sumpah Pemuda ke-98

29 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Polres Tanah Laut, Teguhkan Semangat Patriotisme & Kepedulian

28 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Trending di ADVERTORIAL