Menu ✖

Mode Gelap
Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan

HEADLINE · 22 Apr 2026 20:54 WIB

463 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan Sinergi Kalsel Perketat Pengawasan


 463 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan Sinergi Kalsel Perketat Pengawasan Perbesar

Ricek.ID- Upaya pemberantasan peredaran uang palsu di Kalimantan Selatan kian diperketat. Sebanyak 463 lembar uang palsu hasil temuan periode 2024–2025 dimusnahkan dalam kegiatan Forum Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) yang digelar di BIN Daerah Kalimantan Selatan, Rabu (22/4/2026).

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menegaskan penanganan kejahatan uang palsu tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan harus melalui kolaborasi lintas lembaga.

“Ini tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menekan peredarannya,” ujarnya.

Penguatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antaranggota forum yang melibatkan sejumlah instansi strategis, seperti Bank Indonesia, Polda Kalsel, Kejati Kalsel, BIN Daerah, hingga Bea dan Cukai.

Selain langkah penindakan, pemerintah juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, salah satunya melalui metode 3D: dilihat, diraba, dan diterawang.

Muhidin mengingatkan, peredaran uang palsu berdampak langsung pada kepercayaan publik serta stabilitas ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil.

“Kalau tidak ditangani serius, dampaknya bisa meluas, merugikan masyarakat, dan melemahkan kepercayaan terhadap rupiah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BIN Daerah Kalimantan Selatan, Brigjen Pol Sentot Adi Dharmawan, menilai kejahatan uang palsu juga memiliki dimensi keamanan.

“Ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas daerah, sehingga perlu diantisipasi secara serius,” katanya.

Melalui penguatan koordinasi dan langkah tegas ini, peredaran uang palsu di Kalimantan Selatan diharapkan dapat ditekan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan masyarakat terhadap mata uang rupiah.

Sumber: MCKalsel

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga

1 November 2026 - 10:46 WIB

Ungkap Pabrik Miras Oplosan Rumahan di Martapura, Polres Banjar Sita Ratusan Liter

31 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Perempuan 59 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

31 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap

30 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Pertamina Apresiasi Polda Kalsel Ungkap Dugaan Penyalahgunaan 2.050 Liter Biosolar

23 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Trending di ADVERTORIAL