Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

DAERAH · 11 Jun 2026 09:39 WIB

60 Pejabat Ikuti PKN Tingkat II, BPSDMD Kalsel Siapkan Inovasi Hadapi Isu Strategis Daerah


 60 Pejabat Ikuti PKN Tingkat II, BPSDMD Kalsel Siapkan Inovasi Hadapi Isu Strategis Daerah Perbesar

Ricek.ID – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPSDMD Kalsel) selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2026 yang dibuka oleh Gubernur Kalsel Muhidin, di Aula BPSDMD Kalsel, Banjarbaru pasa Rabu (10/6/2026).

Kegiatan dalam upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan aparatur pemerintah ini berlangsung di Kampus BPSDMD Kalsel yang diikuti 60 pejabat administrator dari lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel, pemerintah kabupaten/kota se-Kalsel, serta Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga 15 Oktober 2026 dengan metode pembelajaran yang memadukan pembelajaran klasikal dan pembelajaran jarak jauh.

Gubernur Muhidin dalam arahannya menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesungguhan peserta selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Menurutnya, PKN Tingkat II merupakan kesempatan strategis bagi para pejabat untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus meningkatkan kualitas kinerja pemerintahan.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya karena seluruh materi yang diberikan akan menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pejabat pemerintah,” ujarnya.

Muhidin menjelaskan pola pembelajaran tahun ini dilakukan secara bertahap. Peserta akan mengikuti sejumlah sesi pembelajaran langsung di kampus BPSDMD dengan sistem menginap, sementara tahapan lainnya dilaksanakan secara daring dari instansi masing-masing.

“Total peserta berada di sini selama 12 hari, sedangkan sisanya dilaksanakan melalui Zoom dan pembelajaran jarak jauh,” jelasnya.

Muhidin menegaskan seluruh peserta wajib mengikuti setiap tahapan pelatihan sesuai aturan yang telah ditetapkan. Kehadiran hanya dapat ditinggalkan untuk kepentingan yang benar-benar mendesak. Selain itu, Gubernur juga meminta BPSDMD mendokumentasikan seluruh materi yang disampaikan oleh narasumber dan pembimbing agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan pembelajaran setelah pelatihan berakhir.

Lebih lanjut, Muhidin menekankan tujuan utama pelatihan bukan hanya membentuk pemimpin yang kompeten, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Yang paling penting adalah pelayanan publik. Jangan sampai setelah mengikuti pelatihan ini pelayanan kepada masyarakat tetap kurang baik,” tegasnya.

Muhidin berharap para peserta mampu menjaga integritas, profesionalisme, dan menjadi teladan di lingkungan kerja masing-masing setelah menyelesaikan pelatihan.

Sementara itu Kepala BPSDMD Kalsel, Faried Fakhmansyah, mengatakan PKN Tingkat II Angkatan XVIII dilaksanakan selama empat bulan, mulai 10 Juni hingga 15 Oktober 2026. Selama periode tersebut, peserta akan mengikuti berbagai tahapan pembelajaran yang meliputi pembelajaran di kampus, pembelajaran mandiri, hingga pembelajaran jarak jauh.

“Kami berharap setelah kembali ke instansi masing-masing, para peserta mampu meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan, dan pelayanan publik yang lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Faried menjelaskan materi pelatihan berfokus pada penguatan kepemimpinan dalam menghadapi berbagai isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah. Pada tahun ini, tema yang diangkat adalah kepemimpinan adaptif dengan fokus pada empat isu utama, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, kebencanaan, dan ekonomi.

Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan yang dihadapi Kalimantan Selatan, terutama dalam mendukung peran daerah sebagai gerbang logistik Kalimantan.

“Peserta akan mengidentifikasi berbagai persoalan strategis dan merumuskan solusi sesuai bidang tugas serta pengalaman masing-masing,” ujarnya.

Faried menambahkan BPSDMD akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap seluruh peserta selama pelatihan berlangsung, termasuk saat mengikuti pembelajaran dari luar kampus.

Oleh karena itu, kedisiplinan menjadi salah satu aspek penting yang mendapat perhatian khusus.

“Pesan Bapak Gubernur sangat jelas, seluruh peserta harus mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh karena terdapat aturan yang harus dipatuhi serta konsekuensi bagi yang melanggar,” pungkasnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Lomba Video Konten Literasi 2026, Dispersip Banjar Umumkan 10 Karya Terbaik

11 Juni 2026 - 09:41 WIB

Pemprov Kalsel Akan Pusatkan Pelaksanaan Hari Jadi ke-76 di Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

10 Juni 2026 - 19:40 WIB

Kunjungi Telaga Bauntung, Wabup Banjar Resmikan Jembatan Kunti & Pasar Arba

10 Juni 2026 - 19:36 WIB

Pengurus YJI & YKI Banjarbaru Dilantik, Siap Jadi Motor Penggerak Kesehatan Warga

10 Juni 2026 - 19:32 WIB

Perkuat Data Industri Terintegrasi Nasional, Pemko Banjarmasin Dorong IKM Daftarkan Usaha Ke SIINas

10 Juni 2026 - 19:28 WIB

Gelar Gerakan Pangan Murah, DPKP Kalsel Berupaya Tekan Inflasi & Jaga Daya Beli

10 Juni 2026 - 19:24 WIB

Trending di DAERAH