Menu ✖

Mode Gelap
Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

PERTANIAN · 4 Feb 2023 20:42 WIB

Pengembangan Kelengkeng Lokal Super di Mataraman


 Pengembangan Kelengkeng Lokal Super di Mataraman Perbesar

Kelengkeng menjadi salah satu komoditi perkebunan cukup menjanjikan dalam jangka panjang dan tanaman konservasi yang memiliki nilai tinggi dengan beberapa manfaat secara ekonomi.

Seperti di kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar, satu pohon Kelengkeng bisa dipanen hingga skala 40-50 Kg dalam jangka empat tahun.

Misrani, salah satu pembimbing petani Kayuh Baimbai dari P4S Patra Mandiri Simpang Empat menyebut, menanam kelengkeng berarti melanjutkan upaya konservasi sekaligus melestarikan perkebunan yang nantinya akan dikembangkan sebagai ‘model agro tourism’.

“Ini menjadi awal buat kami, khususnya Poktan Kayuh Baimbai untuk lebih berkembang. Kami juga ada para petani muda yang ikut bergerak bersama dalam menumbuh kembangkan sektor pertanian dan kewirausahaan secara keberlanjutan,” ucapnya.

Public Relations PT Banjar Bumi Persada (BBP) dan PT Mitra Agro Semesta (MAS) Nor Qomariyah menyebut, kelengkeng menjadi komoditi pilihan yang didukung oleh PT BBP-PT MAS, sebagai investasi jangka panjang yang lebih berkelanjutan. Sektor perkebunan dan pertanian menjadi tonggak ekonomi utama masyarakat terutama yang ada di sekitar area operasional pertambangan.

“Sejauh ini PT BBP dan PT MAS telah mensupport bidang pertanian dan perkebunan. Tak hanya bibit, namun juga support media tanam, bahkan kita juga telah mengakomodir lebih dari 100 petani di 6 desa untuk mengikuti program Sekolah Lapang Pertanian atau Farmer Field Schools (FFS) yang telah dimulai sejak Desember 2022, berkolaborasi dengan BappedaLitbang, Dinas Pertanian hingga Balai Penyuluh Pertanian di 3 kecamatan yakni Simpang Empat, Mataraman dan Cintapuri Darussalam”, imbuhnya.

Lebih jauh diungkapkan, PT BBP dan PT MAS memberikan 300 bibit kelengkeng lokal super dan bibit sayuran untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelita Harapan yang juga mengembangkan demplot pertanian tanaman pangan lestari sebagai peningkatan nutrisi keluarga.

Ia menambahkan PT BBP dan PT MAS juga mengin-line-kan dengan program strategis nasional pertanian, dimana sektor pertanian menjadi tumpuan ekonomi Indonesia. 3 (Tiga) tahun pertanian dinilai berkontribusi terhadap pembangunan nasional mampu menaikkan PDB sebesar 16,24% (q to q) pada 2020 dan terus berlanjut pada 2022. Nilai Tukar Petani (NTP) terus membaik mencapai 109,0 pada Desember 2022 dan ekspor pertanian mencapai Rp.616, 35 Triliun, meningkat 36,2% (Kementan RI, 2023).

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Perkuat Produksi Pertanian, Pemprov Kalsel Panen Kacang Tanah di HSU

23 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Produksi Padi Nasional 2026 hingga Agustus Mencapai 43,89 Juta Ton

7 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Kabar Gembira Untuk Petani Padi, Pemkab Banjar Akan Tanggung Premi AUTP 2026

6 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Percepat Pembangunan Ekosistem Peternakan Nasional, Lima Kawasan Dikebut Rampung 2027

2 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Kelompok Tani Sri Tunggal Panen Padi 5 Hektare Saat Kemarau Panjang, Pemprov Kalsel Sampaikan Apresiasi

15 September 2026 - 19:00 WIB

Lindungi Petani Hadapi El Nino, Kementan Alokasikan AUTP untuk 100 Ribu Hektare

13 September 2026 - 20:41 WIB

Trending di EKOBIS