Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

HEADLINE · 29 Mei 2024 15:26 WIB

RDP Bahas Stunting, Kadinsos P3AP2KB Banjar Walk Out, Dewan Geram


 RDP Bahas Stunting, Kadinsos P3AP2KB Banjar Walk Out, Dewan Geram Perbesar

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar, Dian Marliana, meninggalkan rapat yang sedang berlangsung (walk out) menyulut emosi anggota DPRD Banjar.

Itu terjadi dalam rapat dengar pendapat (RDP) gabungan Komisi II dan IV DPRD Banjar bersama Dinsos P3AP2KB Banjar membahas evaluasi kegiatan penanganan dan anggaran stunting 2023 – 2024, Rabu (29/5/2024).

Mulanya, Dian Marliana memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait kegiatan penanganan dan penggunaan anggaran stunting 2023 – 2024 sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah pusat.

Setelah itu, ia dicecar pertanyaan dari anggota dewan, entah merasa dipojokkan, lantas Dian Marliana langsung keluar dari ruangan rapat.

DI luar ruang rapat, Dian Marliana enggan berkomentar saat ditanya wartawan. Ia memilih langsung pulang.

Merespons sikap Kadinsos P3AP2KB itu, Ketua Komisi II DPRD Banjar Irwan Bora geram.

“Kalau tidak bisa bekerja kami menyarankan agar Dian Marliana mengundurkan diri sebagai Kepala Dinas jika tidak sanggup menjadi abdi negara,” ucap Irwan Bora.

Ia menjelaskan, RDP ini bertujuan agar adanya keterbukaan terkait penggunaan anggaran, khususnya dalam penanganan stunting.

Irwan Bora bilang, berdasarkan pemberitaan media kasus stunting di Kabupaten Banjar meningkat 3,7 persen dari tahun 2023. Padahal di 2023 anggaran stunting di atas 80 miliar. Kemudian di 2024 ini lebih 100 miliar.

“Setelah kita memberikan beberapa pertanyaan kepada Kepala Dinsos P3AP2KB yang juga sebagai Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), dia tidak terima. Tapi, fakta di lapangan tidak sesuai dengan apa yang mereka jelaskan,” ujar Irwan Bora, Ketua Komisi II DPRD Banjar.

“Atas sikapnya tersebut (walk out) jelas kami sebagai wakil rakyat merasa tersinggung karena rapat masih belum selesai, ini suatu pelecehan,” sambungnya lagi.

Irwan Bora juga memastikan akan segera melaporkan permasalahan tersebut ke Pimpinan DPRD Banjar dan Bupati Banjar, serta mengajak 45 anggota dewan agar menggunakan hak politisnya.

Akhirnya, RDP ditutup meski belum selesai lantaran suasana sudah tidak kondusif. (hen)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pertamina Apresiasi Polda Kalsel Ungkap Dugaan Penyalahgunaan 2.050 Liter Biosolar

23 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

21 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Jukung Diduga Tenggelam, Warga Ditemukan Meninggal di Waduk Riam Kanan

9 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

6 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

30 September 2026 - 07:40 WIB

Trending di HEADLINE