Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar, Dian Marliana, meninggalkan rapat yang sedang berlangsung (walk out) menyulut emosi anggota DPRD Banjar.
Itu terjadi dalam rapat dengar pendapat (RDP) gabungan Komisi II dan IV DPRD Banjar bersama Dinsos P3AP2KB Banjar membahas evaluasi kegiatan penanganan dan anggaran stunting 2023 – 2024, Rabu (29/5/2024).
Mulanya, Dian Marliana memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait kegiatan penanganan dan penggunaan anggaran stunting 2023 – 2024 sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah pusat.
Setelah itu, ia dicecar pertanyaan dari anggota dewan, entah merasa dipojokkan, lantas Dian Marliana langsung keluar dari ruangan rapat.
DI luar ruang rapat, Dian Marliana enggan berkomentar saat ditanya wartawan. Ia memilih langsung pulang.
Merespons sikap Kadinsos P3AP2KB itu, Ketua Komisi II DPRD Banjar Irwan Bora geram.
“Kalau tidak bisa bekerja kami menyarankan agar Dian Marliana mengundurkan diri sebagai Kepala Dinas jika tidak sanggup menjadi abdi negara,” ucap Irwan Bora.
Ia menjelaskan, RDP ini bertujuan agar adanya keterbukaan terkait penggunaan anggaran, khususnya dalam penanganan stunting.
Irwan Bora bilang, berdasarkan pemberitaan media kasus stunting di Kabupaten Banjar meningkat 3,7 persen dari tahun 2023. Padahal di 2023 anggaran stunting di atas 80 miliar. Kemudian di 2024 ini lebih 100 miliar.
“Setelah kita memberikan beberapa pertanyaan kepada Kepala Dinsos P3AP2KB yang juga sebagai Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), dia tidak terima. Tapi, fakta di lapangan tidak sesuai dengan apa yang mereka jelaskan,” ujar Irwan Bora, Ketua Komisi II DPRD Banjar.
“Atas sikapnya tersebut (walk out) jelas kami sebagai wakil rakyat merasa tersinggung karena rapat masih belum selesai, ini suatu pelecehan,” sambungnya lagi.
Irwan Bora juga memastikan akan segera melaporkan permasalahan tersebut ke Pimpinan DPRD Banjar dan Bupati Banjar, serta mengajak 45 anggota dewan agar menggunakan hak politisnya.
Akhirnya, RDP ditutup meski belum selesai lantaran suasana sudah tidak kondusif. (hen)
















