Menu

Mode Gelap
121 Petugas Haji Embarkasi Banjarmasin Dikukuhkan, Siap Layani 6.800 Jemaah Tanpa Pesaing, Irwan Bora Menuju Kursi Ketua KONI Banjar Pariwisata Kotabaru Terus Digenjot Warga Diminta Tak Jadi Penonton Sediakan Karaoke dan Kamar, Bangunan Liar Ditertikan Satpol PP Dugaan Pungli di PPS DPRD Dorong Pembentukan Satgas Penertiban

HEADLINE · 29 Mei 2024 15:26 WIB ·

RDP Bahas Stunting, Kadinsos P3AP2KB Banjar Walk Out, Dewan Geram


 RDP Bahas Stunting, Kadinsos P3AP2KB Banjar Walk Out, Dewan Geram Perbesar

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar, Dian Marliana, meninggalkan rapat yang sedang berlangsung (walk out) menyulut emosi anggota DPRD Banjar.

Itu terjadi dalam rapat dengar pendapat (RDP) gabungan Komisi II dan IV DPRD Banjar bersama Dinsos P3AP2KB Banjar membahas evaluasi kegiatan penanganan dan anggaran stunting 2023 – 2024, Rabu (29/5/2024).

Mulanya, Dian Marliana memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait kegiatan penanganan dan penggunaan anggaran stunting 2023 – 2024 sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah pusat.

Setelah itu, ia dicecar pertanyaan dari anggota dewan, entah merasa dipojokkan, lantas Dian Marliana langsung keluar dari ruangan rapat.

DI luar ruang rapat, Dian Marliana enggan berkomentar saat ditanya wartawan. Ia memilih langsung pulang.

Merespons sikap Kadinsos P3AP2KB itu, Ketua Komisi II DPRD Banjar Irwan Bora geram.

“Kalau tidak bisa bekerja kami menyarankan agar Dian Marliana mengundurkan diri sebagai Kepala Dinas jika tidak sanggup menjadi abdi negara,” ucap Irwan Bora.

Ia menjelaskan, RDP ini bertujuan agar adanya keterbukaan terkait penggunaan anggaran, khususnya dalam penanganan stunting.

Irwan Bora bilang, berdasarkan pemberitaan media kasus stunting di Kabupaten Banjar meningkat 3,7 persen dari tahun 2023. Padahal di 2023 anggaran stunting di atas 80 miliar. Kemudian di 2024 ini lebih 100 miliar.

“Setelah kita memberikan beberapa pertanyaan kepada Kepala Dinsos P3AP2KB yang juga sebagai Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), dia tidak terima. Tapi, fakta di lapangan tidak sesuai dengan apa yang mereka jelaskan,” ujar Irwan Bora, Ketua Komisi II DPRD Banjar.

“Atas sikapnya tersebut (walk out) jelas kami sebagai wakil rakyat merasa tersinggung karena rapat masih belum selesai, ini suatu pelecehan,” sambungnya lagi.

Irwan Bora juga memastikan akan segera melaporkan permasalahan tersebut ke Pimpinan DPRD Banjar dan Bupati Banjar, serta mengajak 45 anggota dewan agar menggunakan hak politisnya.

Akhirnya, RDP ditutup meski belum selesai lantaran suasana sudah tidak kondusif. (hen)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Pria Paruh Baya Tewas Mendadak Diduga Usai Hubungan Intim

18 April 2026 - 22:55 WIB

Sediakan Karaoke dan Kamar, Bangunan Liar Ditertikan Satpol PP

15 April 2026 - 20:52 WIB

Polda Kalsel Musnahkan 75,2 Kg Sabu dan 15 Ribu Ekstasi

13 April 2026 - 12:34 WIB

Excavator Milik Pemda Terbakar di Kawasan TPA, Diduga Akibat Korsleting dan Kebocoran Oli

12 April 2026 - 18:23 WIB

Negara Selamatkan Rp11,42 triliun dari Penertiban Hutan dan Korupsi

10 April 2026 - 19:03 WIB

Praktik Open Dumping Jadi Penyebab Turunnya Penilaian Pengelolaan Sampah

9 April 2026 - 18:57 WIB

Trending di Banjarbaru