Menu ✖

Mode Gelap
Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

Kab. Banjar · 11 Jun 2024 08:16 WIB

Wabup Banjar Launching Gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting


 Wabup Banjar melaunching Gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting. foto-MC Banjar Perbesar

Wabup Banjar melaunching Gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting. foto-MC Banjar

Gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting se-Kabupaten Banjar dilaunching Wakil Bupati (Wabup) Banjar Habib Idrus Al Habsyi.

Kegiatan tersebut berlangsung di 20 kecamatan dan 13 kelurahan Kabupaten Banjar melalui zoom meeting yang terpusat di Posyandu Desa Pasar Kamis, Kecamatan Kertak Hanyar, Senin (10/6).

Wabup Banjar Habib Idrus yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Banjar mengucap syukur kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

“Melalui gerakan ini diharapkan 100 persen sasaran seperti calon pengantin, ibu hamil juga balita mendapatkan pendampingan dan pelayanan kesehatan yang diperlukan berupa deteksi dini dan edukasi serta intervensi dalam rangka mencegah munculnya kasus stunting baru sehingga Kabupaten Banjar khususnya, bebas stunting dapat terwujud,” pintanya.

Tak lupa Habib Idrus mengajak semua lintas sektor baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga kelurahan/desa untuk dapat mengawal seluruh sasaran melakukan intervensi sesuai standar agar hasil yang didapatkan akurat serta cakupan layanan yang diterima masyarakat meningkat.

Sejauh ini, Habib Idrus menyebut kasus stunting tertinggi di Kabupaten Banjar ada di Kecamatan Paramasan. Penyebab pastinya dikarenakan rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengimplementasikan pola asuh dan asupan kepada anak.

Sementara Plt Kanwil BKKBN Kalsel Nyigit Wudi Amini yang ikut menyaksikan launching menjelaskan, dari hasil survei kasus stunting di Kabupaten Banjar memang ada kenaikan. Terlepas dari angka yang terpenting adalah upaya apa yang dilakukan Pemkab Banjar untuk menurunkan kasus tersebut, sehingga diharapkan di 2024 target-target yang telah ditetapkan bisa tercapai 100 persen.

“Penyebab stunting itu banyak karena dia complicated seperti tidak tahu cara pengasuhan dan pemberian gizi balita yang baik. Disamping itu terkait masalah asupan kadang ada persoalan kemiskinan, kesediaan bahan pangan termasuk sanitasi,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tim RAKAT Terima Bantuan Mesin Pompa & Dana Operasional Untuk Dukung Penanganan Karhutla

1 Oktober 2026 - 20:36 WIB

Pemkab Banjar Berikan Penghargaan ASN & Inovator di Hari Kesaktian Pancasila

1 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Disdukcapil Banjar Apresiasi Desa Aktif Tertib Administrasi Kependudukan Melalui GISA Awards 2026

30 September 2026 - 19:41 WIB

Pemkab Banjar Dorong Pemerintah Desa Tertib Catatkan Peristiwa Kematian

30 September 2026 - 19:38 WIB

Tutup September 2026, Bupati Banjar Lantik 78 Pejabat Administrator & Pengawas

30 September 2026 - 19:35 WIB

Musrenbang Desa 2027, Tambak Baru Ilir Fokus Infrastruktur Pertanian & Lingkungan

30 September 2026 - 14:51 WIB

Trending di ADVERTORIAL