Menu

Mode Gelap
Polisi Amankan Pria Diduga Pelaku Begal Payudara di Martapura, Akui Beraksi di 7 Lokasi Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif

HEADLINE · 2 Jul 2024 19:28 WIB

Bupati Banjar Respons Petani Gagal Panen: Nanti Kita Cek


 Bupati Banjar H Saidi Mansyur. foto-ricek Perbesar

Bupati Banjar H Saidi Mansyur. foto-ricek

Bupati Banjar H Saidi Mansyur merespons keluhan petani yang gagal panen bertahun – tahun di Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. Setidaknya 10 desa yang lahan sawahnya banjir dalam kurun delapan tahun terakhir.

“Nanti kita cek lagi. Wilayah kita memang rentan hujan, apalagi di bulan tertentu, dalam satu tahun ada dua kali curah hujan yang sangat tinggi, maka rendaman air pun pasti terjadi,” ujar Bupati Saidi Mansyur saat ditemui usai kegiatan Temu Petani Milenial di Aula BKPSDM Banjar, Selasa (2/7/2024).

Bupati melanjutkan, perlu ada kajian-kajian lebih spesifik di sektor pertanian, termasuk infrastrukturnya, juga bantuan bibit

“Mudah mudahan ini bukan menjadi penghalang bagi kita untuk bertani di Kabupaten Banjar, karena memang ini sudah dirasakan bertahun tahun. Mohon doa, tentunya ini butuh solusi yang kolaboratif nantinya dari Dinas Pertanian, BMKG, atau sebagainya,” jelas Saidi.

Dalam bertani, kata Saidi lagi, harus dalam perencanaan. “Kita bertani ini jangan asal asalan, (harus) melihat momen momen tertentu,” tutur Saidi.

“Bahkan kita melihat beberapa wilayah sudah bekerja sama dengan BPS, bertani dengan pro iklim, jadi kita melihat bukan hanya cuaca, tapi iklim – iklim pertahun,” sambungnya.

Saidi berharap Pemkab Banjar mendapat solusi terbaik untuk daerah yang rawan banjir. “Bukan hanya Martapura Timur saja, juga Martapura barat, bahkan mungkin sampai daerah Gambut,” pungkasnya.

Senada, Kepala Dinas Pertanian Banjar, Warsita mengatakan bahwa gagal panen akibat perubahan iklim cuaca yang ekstrim. Ia mencontohkan, seperti saat ini musim kemarau namun sering turun hujan.

“Sudah ada kerja sama dengan BMKG dengan petani agar bercocok tanam sesuai iklim,” ungkap Warsita.

Selain persoalan cuaca, ia akui sistem pengairan juga kurang optimal. “Dari dinas terkait juga harus ikut memperhatikan ini,” ujar Warsita.

Sebelumnya, Kepala Desa Mekar Kastalani mengatakan 10 desa terdampak gagal panen dalam 8 tahun terakhir akibat sistem pengairan tidak optimal.

10 desa tersebut yaitu Desa Mekar, Pematang Baru, Melayu Ulu, Melayu Tengah, Melayu Ilir, Antasan Senor Ilir, Antasan Senor, Tambak Anyar Ilir, Tambak Anyar, dan Tambak Anyar Ulu.

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tarif PTAM Intan Banjar Disorot, LPKSM Minta Transparansi, Manajemen Ungkap Dasar Penetapan

14 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar, Ketua DPRD Dorong Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

14 Agustus 2026 - 12:07 WIB

Pembangunan Rampung, 59 Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Banjar & Banjarbaru Ditargetkan Segera Beroperasi

14 Agustus 2026 - 06:57 WIB

Perkuat Akses Warga, Kodim 1006/Banjar Bangun Empat Jembatan Garuda di Kabupaten Banjar & Banjarbaru

14 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Polisi Amankan Pria Diduga Pelaku Begal Payudara di Martapura, Akui Beraksi di 7 Lokasi

14 Agustus 2026 - 01:47 WIB

Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan & TPPO, Dinsos P3AP2KB Banjar Perkuat Peran Masyarakat

13 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Trending di ADVERTORIAL