Petugas gabungan akhirnya menemukan santri korban tenggelam di Sungai Martapura, Desa Pekauman Dalam, Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalsel, Minggu (25/8) pukul 13.10 Wita.
Korban bernama Zario Ade Putra ditemukan sudah meninggal dunia. Pemuda 18 tahun itu merupakan warga Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng menyantri di Pondok Pesantren Sabilal Muhtadin di Martapura Timur.
“Dari peristiwa terjadi hingga korban ditemukan, kami melakukan tujuh kali penyisiran dan tiga kali penyelaman,” ujar Kasi Pemadaman, Penyelamatan dan Evakuasi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banjar, Ihwan Fahri.
Iwan, sapaan akrabnya, menjelaskan ketika ditemukan tampak ada usaha korban menyelamatkan diri.
“Posisi korban telungkup saat ditemukan kemudian mengapung ke permukaan air. Tangan korban juga masih memegang ranting pohon,” jelasnya.
Ia mengakui, dalam pencarian korban di Sungai Martapura ada sedikit kendala, di antaranya arus sungai yang cukup cepat.
“Selain itu tidak ada, sehingga DPKP Banjar dengan stakeholder lain dapat melaksanakan pencarian dengan lancar,” tuturnya.
Pihak DPKP Banjar sejak menerima laporan peristiwa tersebut langsung menurunkan 3 pleton Tim Water Rescue dengan perlengkapannya.
“Kami turunkan perahu polyethylene, peralatan selam, alat komunikasi dengan berbagai peralatan lainnya,” pungkasnya.
Sekedar tahu, korban tenggelam usai bercebur ke Sungai Martapura dari Jembatan KH Salim Ma’ruf untuk mengambil kembali pecinya yang terjatuh ke sungai pada Sabtu (24/8/2024).

