Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

Kab. Banjar · 23 Okt 2024 14:37 WIB

Dinas PUPR Banjar Klaim Sudah Memitigasi Potensi Banjir


 Kabid SDA Dinas PUPRP Banjar, Andri Yunan Pratama. Foto-Haris Perbesar

Kabid SDA Dinas PUPRP Banjar, Andri Yunan Pratama. Foto-Haris

Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) melakukan mitigasi (pencegahan) bencana banjir sejak dini.

“Kami telah menormalisasi sungai sejak tahun lalu, yaitu pembersihan sungai seperti ranting atau sampah. Agar aliran sungai kecil tidak tersumbat dan meluap yang mengakibatkan banjir,” ucap Kepala Bidang (Kabid) SDA, Andri Yunan Pratama, Rabu (23/10/2024).

Pasalnya daerah permukiman yang terdampak banjir, berdekatan dengan saluran sungai kecil yang fungsinya sudah tidak optimal. Hal ini menjadi salah satu penyebab banjir dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem nanti.

Kemudian penanganan saluran pembuangan air di perkotaan juga termasuk fokus mereka dalam mitigasi potensi banjir.

“Saluran pembuangan terdekat ada di wilayah Martapura, yaitu Handil Jepang. Jadi di sekitar Handil Jepang kami tambahkan beberapa saluran sodetan agar pembuangan limpasan air semakin cepat. Ini hanya dalam ruang lingkup sungai,” imbuhnya.

Perlu diketahui, sodetan merupakan aliran air buatan agar mengalihkan sebagian atau seluruh aliran air banjir. Limpasan air yang mengalir di atas permukaan daratan akibat tidak dapat diserap oleh tanah, vegetasi, atau cekungan.

Andri melanjutkan, pihaknya memiliki dua jenis pelaksanaan dalam perkotaan agar mencegah banjir.

“Ada normalisasi melalui pembersihan saluran drainase dan rehabilitasi,” lanjutnya.

Mereka juga mempunyai Tim Operasional Pemeliharaan (OP) Aliran Air agar selalu menjaga saluran tetap optimal.

“Tim OP biasanya dibagi menjadi tiga kelompok dengan total sekitar 35 anggota,” jabar Andri.

“Tim ini fungsinya berdasarkan kebutuhan di lokasi saluran air agar tetap optimal, secara mobile (bebas) dapat melayani kapan saja dan dimana saja tergantung permintaan. Namun, kami saat ini berfokus di wilayah perkotaan Martapura,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

706 Pesilat Kalimantan Ramaikan Piala Bupati Banjar Cup 2026

8 Agustus 2026 - 18:18 WIB

Latih 125 Anggota PMR, PMI Banjar Tingkatkan Keterampilan Pertolongan Pertama

8 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Warga Tak Sendiri, Pemkab Banjar Hadir Bantu Hadapi Musibah Kebakaran di Gambut

7 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Kwarcab Pramuka Kabupaten Banjar Lepas 60 Kontingen Menuju Jamnas XII

7 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Siapkan Layanan Uji KIR Kendaraan Listrik, Dishub Banjar Usulkan Pengadaan Alat Khusus Tahun Depan

7 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Emban Jabatan Baru di Kejati Kalsel, Ini Rekam Jejak Jaksa Penggiat Keadilan Restoratif

6 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Trending di ADVERTORIAL