Menu

Mode Gelap
Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak ABK Jatuh di Perairan Trisakti Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Berakhir

HEADLINE · 5 Nov 2024 20:45 WIB

Pergantian Tahun 2024 Berpotensi Banjir, BPBD Banjar Lakukan Mitigasi


 BPBD Kabupaten Banjar usai menggelar apel siaga bencana bersama stakeholder, Selasa (5/11/2024). foto-haris Perbesar

BPBD Kabupaten Banjar usai menggelar apel siaga bencana bersama stakeholder, Selasa (5/11/2024). foto-haris

Puncak musim hujan diprediksi hingga akhir 2024 bersambung hingga awal 2025. Ancaman banjir kembali menghantui warga Kabupaten Banjar seperti yang sudah – sudah.

Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar menggelar Apel Siaga Bencana Banjir, Gelombang Pasang Laut (ROB), Angin Puting Beliung, dan Tanah Longsor (Batingsor) 2024, Selasa (5/11/2024) pagi.

Apel ini bertujuan memastikan kesiapan personel dan relawan dalam menanggulangi potensi bencana. Apel dipimpin Sekda HM Hilman mewakili Pjs Bupati Banjar.

Usai apel, Hilman bilang upaya mitigasi harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi alam dan cuaca ke depan, guna meminimalisir dampak atau kerugian Batingsor. Seperti pemetaan titik lokasi yang potensi bencana dan menyiap-siagakan personel.

“Pembuatan posko di dekat titik bencana, dan edukasi ke masyarakat mengenai sikap dalam menghadapi bencana. Kami berharap risiko kerugian baik itu nyawa, harta, dan benda bisa diminimalisir,” ucapnya.

Kemudian, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banjar, Abdullah Fahtar menjabarkan pemetaan titik lokasi potensi bencana di Kabupaten Banjar telah dikaji berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Pertama limpasan air ROB di Kecamatan Aluh – Aluh, juga potensi banjir di wilayah Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat, dan Astambul,” jabarnya.

Menurutnya, wilayah kecamatan yang berpotensi banjir merupakan dekat aliran Sungai Martapura. “Karena aliran sungai dari hulu ke hilir mengalami penyumbatan,” imbuhnya.

Fahtar akui, pemetaan titik di atas masih yang terdahulu. Berlaku sampai 31 Desember 2024. Maka dari itu, ia juga melanjutkan titik pemetaan lokasi potensi banjir untuk tahun depan.

“Titik lokasi potensi bencana di awal Januari 2025 ada di Kecamatan Aranio, Karang Intan, Martapura, dan Pengaron,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, dari hasil kajian untuk tahun depan dan berdasarkan informasi dari BMKG, titik curah hujan tertinggi pada awal Januari 2025.

“Potensi curah hujan yang cukup tinggi dari BMKG menyebutkan pada 15 November 2024, puncak hujan akan terjadi pada akhir Desember 2024 hingga masuk awal Januari 2025,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

BPS Banjar Butuh 559 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Rekrutmen Segera Dibuka

7 Mei 2026 - 14:57 WIB

Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

7 Mei 2026 - 09:20 WIB

Kalsel Kembali Berduka, KH. Husin Naparin Tutup Usia

6 Mei 2026 - 17:38 WIB

Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

6 Mei 2026 - 14:20 WIB

Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban

6 Mei 2026 - 13:30 WIB

Jaga Profesionalitas Anggota, Polri Tegaskan Larangan Live Streaming Saat Bertugas

5 Mei 2026 - 22:30 WIB

Trending di HEADLINE