Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Kab. Banjar · 5 Nov 2024 22:02 WIB

Pemkab Banjar-Poktan di Sungai Batang Panen Bersama Sekaligus Penutupan Sekolah Lapang Iklim


 Panen bersama di lahan pertanian milik Kelompok Tani Serasi Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Selasa (5/11/2024) pagi. foto-MC Banjar Perbesar

Panen bersama di lahan pertanian milik Kelompok Tani Serasi Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Selasa (5/11/2024) pagi. foto-MC Banjar

Pjs Bupati Banjar Akhmad Fydayeen diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikwansyah melakukan panen bersama di lahan pertanian milik Kelompok Tani Serasi Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Selasa (5/11/2024) pagi.

Kegiatan panen tersebut sekaligus penutupan Sekolah Lapang Iklim (SLI) kerjasama Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar dengan Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan yang dimulai sejak bulan Juli lalu.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah menyampaikan apresiasi kepada Distan Banjar dan Kelompok Tani Serasi atas terselenggara dan keikutsertaannya dalam SLI mulai dari penanaman, perawatan hingga panen.

Ikhwansyah mengatakan, perubahan iklim dapat mengakibatkan perubahan pada hasil pertanian, baik kuantitas maupun kualitas yang pada akhirnya mengancam ketahanan nasional. Maka dari itu SLI dapat menjadi solusi, adaptasi disektor pertanian.

“Dengan SLI diharapkan petani dapat meningkatkan pengetahuannya tentang iklim dan memiliki kemampuan mengantisipasi fenomena iklim dalam aktivitas taninya,” harap Ikhwansyah.

Sementara terkait permasalahan klasik yang disampaikan petani yakni gangguan serangan hama tikus dan burung, Ikhwansyah mengatakan akan menjadi perhatian pemerintah terutama Distan untuk bisa menyikapinya.

Sementara keinginan Poktan untuk memiliki mesin handtraktor, ia menyebut juga menjadi perhatian pemerintah sepanjang memang diperlukan petani.

“Insyaallah mungkin dari Distan bisa memfasilitasi sepanjang tidak bertentangan dengan aturan,” tutupnya.

Sementara Kepala Distan Kabupaten Banjar Warsita mengatakan, 1.200 hektare lahan yang ditanami dalam waktu dekat akan selesai dipanen. Dari 1 hektarenya dapat menghasilkan 5,2 ton gabah, beda halnya jika tanam padi lokal yang hanya 3,5 ton.

Sementara terkait hama tikus dan burung ia menyebut, selain dengan obat juga bisa diatasi pada waktu tanam dilakukan secara bersamaan.

“Sekarang masa tanam terakhir jadi konsekwensinya hamanya ngumpul disitu, karena yang lain sudah panen,” ujarnya.

Sementara terkait permintaan mesin handtraktor oleh Poktan Serasi, Warsita menjelaskan salah satu poktan di Desa Sungai Batang juga sudah mendapatkan lantaran sudah berbadan hukum.

“Kita harapkan segera diurus badan hukumnya nanti difasilitasi,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

HUT ke-38 PTAM Intan Banjar, Perkuat Komitmen Tingkatkan Pelayanan kepada Pelanggan

23 Juni 2026 - 21:05 WIB

Kasi Pidum Kejari Banjar Terbitkan Buku Perdana, Bongkar Problem Restitusi Korban & Peran Kejaksaan sebagai Kurator Negara

21 Juni 2026 - 09:57 WIB

Peringati 80 Tahun Bhayangkara, 53 Tim Sepak Bola Ambil Bagian dalam Kapolres Banjar Cup

20 Juni 2026 - 20:20 WIB

Suratmin Pimpin NPCI Kabupaten Banjar, Didukung Hibah Rp797 Juta

20 Juni 2026 - 19:59 WIB

Buka Seleksi Duta Pepelingasih, Disbudporapar Banjar Himpun Pemuda-Pemudi Peduli Lingkungan Hidup

19 Juni 2026 - 19:17 WIB

Percepat Legalitas Pelaku Usaha, HIPMI Banjar Gandeng Pemkab

18 Juni 2026 - 20:52 WIB

Trending di ADVERTORIAL