Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Kab. Banjar · 14 Jan 2025 21:17 WIB

Taman CBS Martapura: Siang Tempat Wisata Keluarga, Malam Gelap Gulita


 Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura, Kabupaten Banjar. foto-haris Perbesar

Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura, Kabupaten Banjar. foto-haris

Riceknews.id – Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS), yang dikenal cantik dan asri sebagai ikon Kota Martapura, Kabupaten Banjar, menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, saat malam hari taman ini berubah menjadi gelap gulita, memicu keresahan warga.

Taman CBS dilengkapi fasilitas wahana bermain anak yang seharusnya menjadi tempat wisata keluarga. Namun, taman ini justru disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk mabuk-mabukan dan pacaran di kegelapan.

“Ya, malam hari banyak orang mabuk di sana. Bahkan, dijadikan tempat pacaran gelap-gelapan,” ungkap salah satu warga yang bekerja di Pertokoan Cahaya Bumi Selamat.

Padahal, Martapura dikenal sebagai Kota Santri karena banyaknya santri yang menuntut ilmu agama Islam di daerah ini. Aktivitas yang melanggar norma agama seperti itu dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai masyarakat.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah, termasuk menambahkan penerangan di taman CBS. “Kalau ada penerangan, taman itu tidak akan gelap gulita dan menyeramkan lagi,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Kasi Konservasi Sumber Daya Alam dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Banjar, Khaezar Kusuma Wardhana, menjelaskan bahwa pemeliharaan taman, termasuk penerangan, menjadi tantangan tersendiri.

“Tupoksi kami hanya pada lampu taman. Untuk masalah lain di luar itu, seperti rehabilitasi total atau pembangunan baru, bukan tanggung jawab kami,” ujar Khaezar saat ditemui di kantornya, Senin (13/1/2025).

Menurutnya, permasalahan utama adalah vandalism dan pengrusakan oleh oknum tidak bertanggung jawab. “Lampu penerangan sering dirusak atau kabelnya dicuri. Ini masih menjadi kendala besar, berbeda dengan kondisi di taman kota Banjarbaru,” tambahnya.

Saat ini, taman CBS menggunakan lampu sorot sebagai penerangan. Namun, upaya ini belum efektif karena kabelnya kerap dicuri.

Khaezar mengungkapkan, pada tahun 2025, akan ada rencana rehabilitasi total Taman CBS, termasuk penambahan penerangan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan taman.

Menanggapi isu penyalahgunaan taman oleh oknum tertentu, Khaezar menyarankan agar pihak Satpol PP Banjar lebih berperan aktif dalam penanganan. “Hal ini sebaiknya ditangani oleh Satpol PP, karena mereka yang lebih berwenang terkait pengawasan keamanan,” ujarnya.

Masyarakat berharap perbaikan taman segera dilakukan agar Taman CBS dapat kembali menjadi ruang publik yang nyaman, aman, dan sesuai dengan julukan Kota Santri yang disandang Martapura.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Cetak Regenerasi Seniman Muda, Disbudporapar Banjar Tutup Pelatihan Musik Panting

30 Juni 2026 - 06:10 WIB

Melalui INTAN SIKAPAYU, Bandi Chairullah Raih Juara I LKTI Kabupaten Banjar 2026

30 Juni 2026 - 06:08 WIB

Gelar Laboratorium Inovasi 2026, Pemkab Banjar Targetkan 64 Inovasi Daerah

29 Juni 2026 - 19:05 WIB

Melalui Peringatan Harganas ke-33, Wabup Banjar Soroti Pentingnya Peran Ayah

29 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ketum Tani Merdeka Indonesia Minta Pengurus DPD Banjar Aktif Dampingi Petani hingga Pelosok Desa

28 Juni 2026 - 18:11 WIB

DPD Tani Merdeka Kabupaten Banjar Dilantik, Siap Dukung Program Swasembada Pangan Nasional

28 Juni 2026 - 18:07 WIB

Trending di ADVERTORIAL