Ricek.ID – Bandi Chairullah berhasil meraih Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Kabupaten Banjar Tahun 2026 usai berhasil menciptakan inovasi yang memadukan penguatan ekonomi masyarakat dengan upaya pengurangan risiko bencana.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Banjar, Said Idrus Al Habsyie, usai memimpin Apel Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Banjar pada Senin (29/6/2026).
Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Banjar terhadap lahirnya berbagai gagasan inovatif yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Lomba Karya Tulis Ilmiah Tahun 2026 sendiri diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar. Kegiatan tersebut bertujuan mendorong budaya riset, meningkatkan semangat inovasi, serta menjaring ide-ide kreatif yang dapat diterapkan dalam pembangunan daerah.
Seluruh karya yang masuk terlebih dahulu melalui proses seleksi dan penilaian oleh tim juri berdasarkan sejumlah indikator, di antaranya tingkat kebaruan inovasi, manfaat bagi masyarakat, peluang implementasi, hingga kontribusinya terhadap pembangunan Kabupaten Banjar.
Penetapan pemenang mengacu pada Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Nomor 000.9/450/Rida/Bapperida/2026 tanggal 22 Mei 2026 tentang Pengumuman Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah Tahun 2026.
Pada kompetisi tersebut, Bandi Chairullah berhasil meraih posisi tertinggi melalui karya ilmiah berjudul “INTAN SIKAPAYU: Transformasi Inovasi Tangguh Sinergis Kampung Papuyu Sebagai Model Penguatan Ekonomi Sektor Unggulan dan Ketahanan Bencana Hidrologis di Kabupaten Banjar.”

Melalui gagasan tersebut, Bandi menawarkan konsep pembangunan terpadu yang memanfaatkan potensi unggulan Kampung Papuyu sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan terhadap bencana hidrologis, terutama banjir yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar.
Dalam konsep yang diusung, Kampung Papuyu tidak hanya diposisikan sebagai kawasan dengan potensi ekonomi lokal, tetapi juga sebagai kawasan percontohan yang mampu mengintegrasikan pembangunan ekonomi dengan pengurangan risiko bencana.
Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan pembangunan yang lebih berkelanjutan karena tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperhatikan aspek perlindungan lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Selain itu, model yang ditawarkan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya didorong untuk bersinergi dalam mengembangkan potensi daerah secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut diharapkan lahir kebijakan dan program yang tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat daya tahan daerah terhadap dampak perubahan iklim dan bencana hidrologis.
Keberhasilan Bandi Chairullah meraih Juara I LKTI 2026 menjadi bukti hasil penelitian dan karya ilmiah dapat menghadirkan solusi konkret bagi pembangunan daerah. Gagasan yang lahir dari proses riset diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik semata, melainkan dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan maupun implementasi program pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Banjar pun berharap penyelenggaraan LKTI secara berkelanjutan dapat semakin mendorong lahirnya inovator-inovator baru dari kalangan akademisi, pelajar, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat umum.
Dengan tumbuhnya budaya riset dan inovasi, Kabupaten Banjar diharapkan mampu membangun daerah yang lebih maju, tangguh menghadapi berbagai tantangan, memiliki daya saing tinggi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Daftar Pemenang LKTI Kabupaten Banjar Tahun 2026:
Juara I : Bandi Chairullah, dengan inovasi INTAN SIKAPAYU (Transformasi Inovasi Tangguh Sinergis Kampung Papuyu Sebagai Model Penguatan Ekonomi Sektor Unggulan dan Ketahanan Bencana Hidrologis di Kabupaten Banjar).
Juara II : Tien Zubaidah, dengan inovasi BANJAR RESCUE HUB (Optimalisasi Ketahanan Bencana Melalui Integrasi Posko Logistik Mikro dan Sistem Informasi Desa Berbasis GIS Real-Time di Desa Rawan Banjir Kabupaten Banjar).
Juara III : Eddy Erwan Nopianoor, dengan inovasi GARDA BANJAR (Transformasi Manajemen Krisis Kebencanaan, Migrasi Pelaporan Tradisional Menuju Ekosistem Digital Terintegrasi di Kabupaten Banjar).
Juara Harapan I : Syamsuwal Qomar, dengan inovasi SIPANTING BANJAR (Inovasi Sistem Informasi Digital Sebagai Strategi Kampanye Wajib Belajar 13 Tahun dan Penguatan Partisipasi PAUD di Kabupaten Banjar).
Juara Harapan II : Sihabuddin Salman, dengan inovasi Model Perencanaan Terpadu Berbasis Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Bencana dalam Pengentasan Kemiskinan Ekstrem melalui Pembaruan Inovasi SI-BAPAK MANIS (Studi pada Wilayah Rawan Banjir Kecamatan Sungai Tabuk dan Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar).













