Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

Kab. Kotabaru · 19 Jan 2025 22:30 WIB

Inovasi Lapas Kotabaru Dukung Ketahanan Pangan dan Keterampilan Warga Binaan


 Inovasi Lapas Kotabaru Dukung Ketahanan Pangan dan Keterampilan Warga Binaan Perbesar

Riceknews.Id – Sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan nasional serta mengembangkan keterampilan warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabupaten Kotabaru melanjutkan berbagai program inovatif yang sudah berjalan 2024, sekaligus mempersiapkan langkah besar di 2025.

Hal ini disampaikan Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, Sabtu (19/01/2025). Doni menjelaskan, Lapas memanfaatkan lahan kosong di sekitar pagar untuk menanam berbagai komoditas, seperti kangkung dan selada, dengan menggunakan teknik hidroponik.

Selain itu, Lapas juga mengembangkan budidaya ikan lele dengan jumlah bibit mencapai 2.000 ekor.

“Kami memanfaatkan lahan yang ada untuk mendukung ketahanan pangan. Selain tanaman hortikultura, budidaya ikan juga menjadi salah satu fokus kami,” ujar Doni.

Pada tahun 2025, Lapas Kotabaru akan mengelola lahan seluas 500 hektar di wilayah Bati-Bati, Tanah Laut, untuk penanaman padi. Program ini akan melibatkan sembilan warga binaan yang telah dilatih dalam program ketahanan pangan yang disebut Brigade Pangan.

Namun, Doni mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi lahan yang masih tergenang air.

“Kami berharap proses pengeringan lahan dapat selesai sehingga penanaman bibit padi bisa dimulai pada bulan Maret 2025,” tambahnya.

Selain program ketahanan pangan, Lapas Kotabaru juga memberdayakan warga binaan melalui produksi kerajinan tangan. Berbagai produk seperti gantungan kunci, kain Sasirangan yang diolah menjadi baju, selempang, dan tas telah dihasilkan.

Produk-produk ini nantinya akan dipasarkan dan dipamerkan untuk meningkatkan nilai ekonominya. “Kami ingin warga binaan tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat mereka gunakan saat kembali ke masyarakat,” jelas Doni.

Program-program ini sejalan dengan visi Presiden untuk menciptakan masyarakat yang berdaya dan mandiri, termasuk bagi warga binaan.

Melalui berbagai inisiatif ini, Lapas Kotabaru berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan ketahanan pangan sekaligus memberdayakan sumber daya manusia.

Dengan kombinasi program ketahanan pangan dan pengembangan keterampilan, Lapas Kotabaru menunjukkan komitmennya untuk memberikan dampak positif bagi warga binaan.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Meriahkan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Kotabaru, Saijaan Liga Bulutangkis 2026 Resmi Dibuka

13 Juni 2026 - 16:20 WIB

Pascarehabilitasi Jembatan Jelapat, PUPR Kotabaru Benahi Jalan Alternatif & Ruas Strategis

10 Juni 2026 - 18:47 WIB

Pemkab Kotabaru Apresiasi Kelulusan Siswa SMPN 1 Kotabaru, Dorong Generasi Muda Raih Prestasi

10 Juni 2026 - 16:51 WIB

Dorong Kreativitas dalam Mengolah Hasil Perikanan, Pemkab Kotabaru Gelar Lomba Masak Serba Ikan

10 Juni 2026 - 15:41 WIB

Pemkab Kotabaru Dukung Kemajuan Seni Budaya Melalui Musen VIII Dewan Kesenian

10 Juni 2026 - 13:34 WIB

Disparpora Kotabaru Berangkatkan 30 Pemuda Ikuti Pelatihan Kepemimpinan & Digitalisasi Pemasaran

10 Juni 2026 - 11:32 WIB

Trending di ADVERTORIAL