Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

DAERAH · 21 Feb 2025 20:54 WIB

Densus 88 dan Eks Napiter Sosialisasi Pencegahan Radikalisme di Banjar Kalsel


 Densus 88 dan Eks Napiter Sosialisasi Pencegahan Radikalisme di Banjar Kalsel Perbesar

Riceknews.Id – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan mantan narapidana terorisme (napiter) menggelar sosialisasi pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (20/2/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) dengan melibatkan unsur pemerintahan, tokoh agama, dan masyarakat setempat.

Acara yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Aranio ini dipimpin oleh Ipda Alam, Kepala Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgawil) Kalimantan Selatan Densus 88 AT Polri. Sosialisasi ini turut menghadirkan Takhlis Auzan, seorang mantan napiter yang pernah terlibat dalam kasus penyerangan Polsek Daha pada 2022 dan kini menjadi Duta Deradikalisasi Densus 88 AT Polri.

Ipda Alam menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya paham radikalisme dan terorisme serta dampaknya bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta mendorong semangat nasionalisme, toleransi, dan keberagaman,” kata Ipda Alam.

Dalam sesi diskusi, Kepala Desa Apuai, M. Rofiq, menyampaikan bahwa situasi di desanya saat ini aman dan jauh dari pengaruh paham intoleran, radikal, dan ekstremisme. Ia juga mengapresiasi peran mantan napiter dalam berbagi pengalaman sebagai pembelajaran bagi masyarakat.

Ketika ditanya mengenai ciri-ciri terorisme dan cara pencegahannya, Ipda Alam menjelaskan bahwa individu yang terpapar paham radikal biasanya menunjukkan perubahan perilaku drastis, seperti menjadi tertutup, agresif, dan terpengaruh propaganda dari kelompok tertentu melalui media sosial.

“Mereka juga cenderung menjauh dari keluarga atau komunitas serta berinteraksi dengan kelompok tertutup yang memiliki pandangan ekstrem,” tambah Ipda Alam.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Banua Riam, Jamani, menyoroti faktor utama yang menyebabkan seseorang masuk ke dalam jaringan terorisme. Menurutnya, rasa kekecewaan terhadap pemerintah dan salah menafsirkan ajaran agama sering kali menjadi pemicu utama.

“Para pelaku teroris kerap menggunakan dalil agama tertentu untuk mengkafirkan pemerintahan yang dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam, sehingga menumbuhkan semangat untuk melakukan aksi teror,” ujar Jamani.

Melalui kegiatan ini, Densus 88 AT Polri bersama stakeholder di Kecamatan Aranio berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Dengan adanya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, serta tokoh masyarakat, diharapkan lingkungan yang damai dan harmonis dapat terus terjaga.

Pewarta: Hendra

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

PLN dan LPKSM Borneo Kalimantan Perkuat Edukasi Digital bagi Pelaku UMKM

25 September 2026 - 19:29 WIB

Bea Cukai Kotabaru Musnahkan 612 Ribu Batang Rokok Ilegal dan 154 Liter MMEA

24 September 2026 - 19:15 WIB

Ikut Padamkan Titik Api, Gubernur Kalsel Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla

22 September 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Kalsel Dorong Pengelolaan Geopark Meratus Berorentasi Pengembangan Pariwasata, Budaya & Penguatan Ekonomi

22 September 2026 - 21:56 WIB

Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman, Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi SSK

22 September 2026 - 21:53 WIB

Jaga Kestabilan Harga, Pemprov Kalsel Pantau Distrubusi Pangan di Daerah

22 September 2026 - 21:49 WIB

Trending di ADVERTORIAL