Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

HEADLINE · 11 Jul 2025 22:09 WIB

Agustus Puncak Kemarau, Pemprov Kalsel Minta Helikopter ke BNPB Hingga Opsi Modifikasi Cuaca


 Helikopter water bombing. (Haim Charbit/Unsplash) Perbesar

Helikopter water bombing. (Haim Charbit/Unsplash)

Riceknews.Id – Pemprov Kalsel melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa puncak musim kemarau akan terjadi pada awal Agustus 2025.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Kalsel telah mengusulkan tujuh unit helikopter kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, mengatakan bahwa langkah antisipasi ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Kalsel, Muhidin, dan Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman.

“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan, salah satunya dengan bekerja sama secara intensif dengan BMKG untuk memantau perkembangan situasi cuaca,” jelas Bambang.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi.

Menurutnya, usulan penambahan armada udara menjadi salah satu fokus utama. “Pak Gubernur telah mengusulkan 5 helikopter water bombing dan 2 helikopter patroli ke BNPB,” ungkapnya.

Selain itu, BPBD Kalsel juga telah menyiapkan opsi teknologi modifikasi cuaca (TMC) jika diperlukan. “Sudah diusulkan juga nama operator modifikasi cuaca (OMC) jika nanti diperlukan hujan buatan untuk mengisi waduk-waduk atau bendungan,” tambah Bambang.

Dalam waktu dekat, BPBD Kalsel akan menggelar rapat koordinasi untuk membahas penetapan status siaga darurat karhutla tingkat provinsi. Keputusan ini akan didasarkan sepenuhnya pada data dan analisis cuaca dari BMKG.

“Jika Kalsel ditetapkan berstatus siaga, maka seluruh upaya penanggulangan akan lebih maksimal kita persiapkan, termasuk penempatan helikopter yang akan menyesuaikan dengan status tersebut,” tegasnya.

Saat ini, Kota Banjarbaru menjadi daerah pertama di Kalsel yang telah menetapkan status siaga karhutla.

Menyikapi hal tersebut, BPBD Kalsel mengimbau seluruh elemen masyarakat, terutama di wilayah rawan, untuk tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya bencana yang lebih besar.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemprov Kalsel Apresiasi Gerakan Makan Besar Tim Kuali Merah Putih untuk Relawan Karhutla Banua

27 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Pemprov Kalsel Dorong BPJS & Kabupaten/Kota Perluas Kepersertaan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

27 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Gubernur Kalsel Dukung Alat Deteksi Dini Karhutla & Pembentukan Crisis Center ULM

27 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Peduli Dampak Asap, RSGM Gusti Hasan Aman Bagikan Masker kepada Pengunjung CFD

25 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Tempati Peringkat Lima Nasional, Kalsel Sabet Lima Medali di Kejurnas Gateball 2026

25 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Juara Umum Kejuaraan Atletik Tuli Kalsel 2026, Kota Banjarbaru Bidik Prestasi Nasional

25 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Trending di ADVERTORIAL