Menu

Mode Gelap
Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari Karhutla di Cindai Alus Martapura, Kabel Listrik Putus Hambat Pemadaman MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin

EKOBIS · 3 Agu 2025 20:06 WIB

NTP Kalsel Naik 1,59 Persen, Didominasi Hortikultura


 Seorang petani sedang menanam padi. Foto: Eduardo Prim/Unsplash.com Perbesar

Seorang petani sedang menanam padi. Foto: Eduardo Prim/Unsplash.com

Riceknews.Id – Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Juli 2025 tercatat 114,30, naik 1,59 persen dibandingkan NTP Juni 2025. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) sebesar 1,18 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib) mengalami penurunan 0,41 persen.

Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, menjelaskan bahwa kenaikan NTP Juli 2025 ini mayoritas didorong oleh hampir semua subsektor penyusunnya.

“Kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2025 dipengaruhi oleh kenaikan NTP di hampir semua subsektor penyusunnya, kecuali subsektor peternakan dan perikanan yang justru mengalami penurunan. Penurunan terdalam terjadi pada subsektor perikanan budidaya dengan penurunan sebesar 2,04 persen,” ujar Mukhanif, di Banjarbaru Jumat (1/8/2025) .

NTP Kalsel Lebih Rendah Dibandingkan Tahun Lalu

Meski mengalami kenaikan bulanan, NTP Kalimantan Selatan Juli 2025 tercatat lebih rendah 0,85 persen dibandingkan NTP tahun 2024 pada periode yang sama.

Hal ini mengindikasikan bahwa secara umum, kesejahteraan petani mengalami penurunan karena kenaikan harga produksi mereka lebih rendah dibandingkan kenaikan harga konsumsi dan biaya produksinya.

Pergerakan di Tiap Subsektor

Terdapat dua subsektor yang mengalami kenaikan nilai NTP. Kenaikan NTP terbesar terjadi pada subsektor Tanaman Hortikultura, yakni sebesar 14,43 persen.

Sementara itu, subsektor yang mengalami penurunan terbesar adalah subsektor Perikanan Budidaya, yang turun signifikan 5,26 persen.

Pada Juli 2025, NTP tertinggi juga terjadi pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat, mencapai 141,01. Di sisi lain, NTP terendah tercatat pada Subsektor Perikanan Budidaya, yaitu sebesar 97,29.

Mukhanif juga menjelaskan mengenai Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP). Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) merupakan rasio antara Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).

“Di mana komponen Ib terbatas pada Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM),” terang Hanief.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla

23 September 2026 - 07:34 WIB

Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

20 September 2026 - 18:10 WIB

Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

20 September 2026 - 01:41 WIB

Karhutla di Cindai Alus Martapura, Kabel Listrik Putus Hambat Pemadaman

18 September 2026 - 19:33 WIB

Kecelakaan Tragis di Jorong, 5 Orang Korban Luka-luka Dievakuasi ke IGD

17 September 2026 - 21:02 WIB

Kelompok Tani Sri Tunggal Panen Padi 5 Hektare Saat Kemarau Panjang, Pemprov Kalsel Sampaikan Apresiasi

15 September 2026 - 19:00 WIB

Trending di ADVERTORIAL