Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

KESEHATAN · 29 Agu 2025 21:06 WIB

Cek Kesehatan Gratis Pelajar di Kalsel Libatkan Seluruh Puskesmas


 Cek kesehatan gratis bagi siswa SD di Kotabaru. Foto: istimewa Perbesar

Cek kesehatan gratis bagi siswa SD di Kotabaru. Foto: istimewa

Riceknews.Id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menargetkan ribuan pelajar dari jenjang SD hingga SMA. Program ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan cuma-cuma dan deteksi dini masalah kesehatan pada anak-anak.

Untuk mewujudkan program ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel melibatkan 242 puskesmas yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Program CKG telah dimulai sejak awal Agustus 2025 dan menyasar siswa berusia 7 hingga 17 tahun.

“Program CKG Sekolah sudah mulai awal Agustus, pelaksanaannya bertahap di sejumlah sekolah di kabupaten/kota,” ujar Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Kalsel, Ardiansyah.

Beragam Pemeriksaan Kesehatan

Ardiansyah menjelaskan, program ini sebenarnya sudah dimulai saat peluncuran Sekolah Rakyat pada Juli lalu sebagai uji coba.

Pemeriksaan yang dilakukan sangat komprehensif, meliputi: Mata dan telinga, Gigi, Kesehatan jiwa, Gizi, Hepatitis B dan C, Tekanan darah, TBC, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, gula darah, thalassemia, anemia pada remaja putri.

Item pemeriksaan akan disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan siswa. Pemeriksaan ini akan berlangsung setiap tahun ajaran baru, dimulai Juli 2025, sebagai bagian dari penjaringan dan pemeriksaan berkala di sekolah.

“Target kami, minimal 50 persen siswa per sekolah menjalani pemeriksaan, dan secara keseluruhan menyasar 20 persen dari total siswa di Kalimantan Selatan,” ungkap Ardiansyah.

Deteksi Dini untuk Masa Depan Sehat

Pemeriksaan dilakukan oleh petugas puskesmas yang ditugaskan di wilayah kerja masing-masing sekolah. Mereka bertanggung jawab mendatangi sekolah untuk melakukan pemeriksaan langsung.

Program ini dirancang sebagai langkah screening dini agar potensi masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal. Dengan begitu, pemerintah dapat segera melakukan intervensi medis atau rujukan, mencegah kondisi kesehatan yang lebih parah.

“Tujuannya agar anak-anak tetap sehat dan tidak sampai sakit parah. Kalau ada gejala atau potensi penyakit, bisa langsung ditindaklanjuti,” tegas Ardiansyah.

Dinkes Kalsel berharap seluruh sekolah terlibat aktif dan mendukung program ini demi masa depan anak-anak. Partisipasi sekolah sangat penting agar semua anak memperoleh hak yang sama dalam layanan kesehatan.

Program CKG ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk menciptakan generasi pelajar yang lebih sehat, tangguh, dan produktif di masa depan.

Pewarta: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh Diluncurkan, Kini Pekerja Dapat Akses Layanan Kesehatan di Rumah Sakit Polri

24 Juni 2026 - 17:45 WIB

Menkes RI Dorong Investasi Kesehatan untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

22 Juni 2026 - 20:39 WIB

Melalui Forum Konsultasi Publik, RSUD Ulin Banjarmasin Perkuat Transformasi Pelayanan Kesehatan

19 Juni 2026 - 19:09 WIB

Undang Pengelola SPPG, DPKP Kalsel Siapkan Pelatihan Penggunaan Test Kit Keamanan Pangan

2 Juni 2026 - 19:48 WIB

Hari Susu Nusantara 2026 Perkuat Komitmen Pemenuhan Gizi Anak Indonesia

2 Juni 2026 - 19:40 WIB

Hanya 10 Persen yang Tersentuh Skrining, Menkes Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis

2 Juni 2026 - 19:31 WIB

Trending di KESEHATAN