Menu

Mode Gelap
Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak

PENDIDIKAN · 30 Agu 2025 14:13 WIB

Wisuda ke-22, Rektor IAI Darussalam Martapura Tekankan Pentingnya Kecerdasan Emosional


 Rektor IAI Darussalam Martapura, Prof Ahmad Hafiz Anshari, saat prosesi pemindahan tali toga di Wisuda XXII tahun 2025. Foto: istimewa Perbesar

Rektor IAI Darussalam Martapura, Prof Ahmad Hafiz Anshari, saat prosesi pemindahan tali toga di Wisuda XXII tahun 2025. Foto: istimewa

Riceknews.Id – Institut Agama Islam (IAI) Darussalam Martapura menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana ke-XXII di Ballroom Hotel Grand Qin, Banjarbaru, pada Rabu (27/8/2025). Sebanyak 151 mahasiswa dari tiga fakultas resmi menyandang gelar sarjana.

Prosesi wisuda meluluskan 89 sarjana dari Fakultas Tarbiyah, 41 dari Fakultas Syariah, dan 23 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Dalam kesempatan tersebut, tiga lulusan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik, yaitu Amrina Rosada (IPK 3,92), Wushulinsana (IPK 3,92), dan Agnia Aldzia (IPK 3,88).

Rektor IAI Darussalam Martapura, Prof Dr H Ahmad Hafiz Anshari AZ MA, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam tentang makna kelulusan. Menurutnya, seorang sarjana tidak hanya dituntut unggul dalam kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga harus matang secara emosional (EQ) dan spiritual (SQ).

Ia menjelaskan makna simbolis di balik pemindahan tali toga dari kiri ke kanan yang bukan sekadar seremoni.

“Tali yang semula di kiri melambangkan penggunaan otak kiri atau kecerdasan intelektual yang selama ini ditempa di bangku kuliah. Setelah lulus, tali dipindah ke kanan yang melambangkan otak kanan, yaitu kecerdasan emosional,” jelas Prof. Hafiz.

Ia menambahkan, sarjana yang cerdas secara emosional adalah pribadi yang rendah hati, tidak sombong, mau menerima masukan, dan siap berkontribusi kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Rektor mengingatkan para lulusan untuk senantiasa menjaga nama baik almamater, dan merupakan bagian dari Pondok Pesantren Darussalam, yang identitasnya akan selalu melekat.

“Masyarakat akan selalu menilai perilaku kita sebagai cerminan almamater. Jika kita berbuat baik, nama Darussalam akan harum. Jagalah nama baik pesantren dan almamater ini sebaik-baiknya,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Prof. Hafiz mendorong para sarjana untuk tidak menjadikan momen wisuda sebagai akhir dari perjalanan menuntut ilmu.

“Menyelesaikan studi strata satu bukanlah akhir. Ibarat menaiki tangga, ini baru sampai di anak tangga keempat atau kelima. Masih ada jenjang S2 bahkan S3 yang menunggu. Teruslah menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Pewarta: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Perluas Pendidikan Anak Usia Dini, Bunda PAUD Banjarmasin Resmikan Mobil Pintar

7 Mei 2026 - 19:13 WIB

Prabowo Ingin Kampus Bantu Pemda Selesaikan Masalah Daerah

4 Mei 2026 - 20:53 WIB

Peringatan Hardiknas 2026, Wali Kota Banjarmasin Canangkan Budaya Sekolah Aman & Nyaman

4 Mei 2026 - 20:47 WIB

Hardiknas 2026, Banjarbaru Wujudkan Pendidikan Berkualitas Melalui Digitalisasi & Budaya ASRI

4 Mei 2026 - 20:42 WIB

Momentum Hardiknas, Bupati Banjar Ajak Hidupkan Kembali Semangat Pendidikan Nasional

4 Mei 2026 - 20:08 WIB

Hardiknas 2026, Sekda Kalsel Ajak Masyarakat Perkuat Semangat Pendidikan

4 Mei 2026 - 20:02 WIB

Trending di DAERAH