Menu ✖

Mode Gelap
Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

Pemprov Kalsel · 9 Sep 2025 18:31 WIB

UPB Sungai Tabuk Kalsel Produksi Benih Padi Unggul dan Lokal


 UPB Sungai Tabuk Kalsel Produksi Benih Padi Unggul dan Lokal Perbesar

Riceknews.Id – Unit Produksi Benih (UPB) Sungai Tabuk yang dikelola Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan, terus berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah. UPB ini fokus memproduksi benih padi unggul dan lokal, menjadikannya salah satu pusat perbanyakan benih padi terbesar di Kalimantan Selatan.

Penanggung Jawab UPB Sungai Tabuk, Khairiyadi, menjelaskan bahwa produksi benih dilakukan dua kali setahun, yaitu pada musim kemarau dan musim hujan. Dari total 10 hektare lahan, 7 hektare di antaranya digunakan untuk produksi benih, dengan rincian 2 hektare untuk padi lokal dan 5 hektare untuk padi unggul.

“Kami memprioritaskan varietas lokal untuk ditanam di lahan yang tidak cocok untuk varietas unggul,” ujar Khairiyadi pada Selasa (9/9/2025). Ia menambahkan, produksi biasanya berlangsung dari bulan April hingga November. “Lewat bulan itu, risiko serangan hama seperti tikus dan burung pipit meningkat signifikan,” tambahnya.

Tantangan dan Hasil Produksi

Meski menghadapi tantangan hama seperti walang sangit, hawar daun, hingga busuk batang, Khairiyadi memastikan semuanya masih dapat dikendalikan. Namun, hama tikus dan burung pipit tetap menjadi ancaman utama, serupa dengan yang dihadapi petani lainnya.

Rata-rata produksi gabah kering panen di UPB Sungai Tabuk mencapai 5 ton per hektare. Setelah melalui proses pengeringan dan pembersihan, hasil akhir benih siap tanam mencapai 3 ton per hektare.

Benih-benih ini telah disalurkan ke berbagai kabupaten di Kalimantan Selatan, termasuk Tapin, Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut, dan sebagian wilayah Tabalong. Benih yang diproduksi terbagi dalam beberapa kelas: Benih Dasar (BD), Benih Pokok (BP), dan Benih Sebar (BR), yang semuanya telah memiliki sertifikasi resmi.

Harga dan Aksesibilitas Benih

Khairiyadi menjelaskan, harga benih sudah diatur melalui surat edaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. “Untuk tahun 2025, harga benih dasar ke benih pokok (BD ke BP) ditetapkan Rp11.000 per kilogram, sedangkan untuk kelas benih sebar (BR) Rp10.000 per kilogram,” jelasnya.

Tidak ada syarat khusus bagi petani yang ingin membeli benih dari UPB Sungai Tabuk. “Yang terpenting, benih digunakan secara optimal dan dikelola dengan baik agar hasil turunannya tetap berkualitas,” ungkap Khairiyadi.

Keberadaan UPB Sungai Tabuk menjadi bagian penting dalam ekosistem pertanian di Kalimantan Selatan, khususnya dalam menjaga ketersediaan benih bermutu. Dengan dukungan manajemen yang profesional, UPB ini diharapkan dapat terus menjadi pusat perbenihan strategis untuk ketahanan pangan masa depan.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Terima Kunjungan Kedutaan Besar Belanda, Pemprov Kalsel Siapkan Surat Permohonan Pengembalian Benda Bersejarah

5 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Gubernur Kalsel Minta Kepala Sekolah Pastikan Tak Ada Pungutan Liar hingga Penggunaan BOS Sesuai Pertanggungjawaban

5 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Naikkan TPP ASN Pemprov Kalsel hingga 98 Persen, Gubernur Dorong Peningkatan Kinerja

3 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Hadapi Karhutla, Satpol PP & Damkar Kalsel Perkuat Patroli & Pengamanan Ring 1 Bandara

3 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan & Jejak Budaya Banjar, Benih Siam Madu Murakata Kalsel Dibawa ke Papua

3 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Padamkan Titik Api Karhutla, Gubernur Kalsel Kerahkan Ekskavator & Pembasahan Lahan di Kawasan Sambang Lihum

2 Oktober 2026 - 22:05 WIB

Trending di ADVERTORIAL