Menu

Mode Gelap
Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak

EKOBIS · 18 Sep 2025 16:52 WIB

Peluang Gen Z di Tengah Lesunya Pasar Batu Bara


 Ilustrasi pekerja tambang. Foto: agnomark/istockphoto Perbesar

Ilustrasi pekerja tambang. Foto: agnomark/istockphoto

Martapura, RICEK.ID – Pasar batu bara dari Kabupaten Banjar ke pasar internasional sedang lesu, tetapi Direktur Utama PT Baramarta (Perseroda), Saidan Pahmi, melihat situasi ini sebagai peluang bagi generasi Z untuk masuk ke industri batu bara. Namun, menurutnya, ada satu kunci penting yang harus dimiliki para Gen Z: Akses!

Saidan menjelaskan bahwa produksi batu bara PT Baramarta tahun ini ditargetkan mencapai 750.000 ton sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025.

Namun, banyak kontraktor lain memperlambat produksi karena harga batu bara sedang murah akibat sepinya permintaan, terutama dari Tiongkok.

“Faktor utama batu bara menjadi murah karena permintaan yang sepi. Contohnya, volume permintaan dari Cina ke Kabupaten Banjar saat ini sedang lesu,” kata Saidan, Kamis (18/9/2025).

Menurut Saidan kondisi ini justru dapat menjadi kesempatan bagi pelaku usaha baru, termasuk Gen Z, untuk berperan sebagai distributor.

Syaratnya, mereka harus memiliki akses yang kuat seperti jalur distribusi, relasi, dan pemahaman yang mendalam tentang pasar.

“Banyak pemuda di Kabupaten Banjar yang telah masuk ke dunia bisnis batu bara, namun mereka memiliki akses seperti relasi yang luas sebelum memulai,” tambahnya.

Komitmen dan Tanpa Modal

Saidan Pahmi menekankan bahwa selain akses, orientasi atau komitmen penuh juga sangat penting agar dapat fokus dalam bisnis besar ini.

Menurutnya, komitmen akan menjadi fondasi yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan.

Lebih lanjut, ia memberikan contoh bahwa dengan akses dan orientasi yang kuat, pelaku usaha muda bahkan bisa memulai tanpa modal.

“Misalnya, pebisnis batu bara muda memiliki relasi pengusaha alat berat. Dengan akses yang sudah cukup, dia dapat meminjam terlebih dahulu alat berat dari relasinya dan menciptakan hubungan simbiosis mutualisme,” jelas Saidan.

“Dari sana sebenarnya terlihat, semua bisnis memiliki peluang yang sama, namun dengan jalan yang berbeda-beda,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Pemprov Sulut Terima Tiga Kapal Ikan Hasil Tangkapan IUU Fishing

10 Mei 2026 - 18:54 WIB

Jadi Model Kemandirian Pesisir, Presiden Dorong Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih

10 Mei 2026 - 18:49 WIB

Di Tengah Tekanan Global, APBN Triwulan I 2026 Solid & Ekonomi Tetap Tumbuh

8 Mei 2026 - 21:04 WIB

Komdigi Nilai Indonesia Punya Posisi Strategis Di Rantai Pasok Global AI

7 Mei 2026 - 19:05 WIB

Di Tengah Cuaca Ekstrem, Stok Ikan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dipastikan Aman

7 Mei 2026 - 18:31 WIB

BPS Banjar Butuh 559 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Rekrutmen Segera Dibuka

7 Mei 2026 - 14:57 WIB

Trending di DAERAH