Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

HEADLINE · 1 Okt 2025 12:36 WIB

Curah Hujan Meningkat, Pemprov Kalsel Resmi Akhiri Status Siaga Darurat Karhutla


 Pemadaman Karhutla di wilayah Banjarbaru. Foto: manggala_daops_banjar/instagram Perbesar

Pemadaman Karhutla di wilayah Banjarbaru. Foto: manggala_daops_banjar/instagram

Banjarmasin, Ricek.Id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) secara resmi mengakhiri status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di seluruh wilayahnya. Penghentian status ini ditetapkan per tanggal 30 September 2025.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Pernyataan Berakhirnya Status Siaga Darurat Karhutla Nomor: 300.2/01951/BPBD/2025 yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, Muhammad Syarifuddin.

“Berdasarkan evaluasi dan data BMKG serta kondisi di lapangan, Pemprov Kalsel menetapkan bahwa status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan resmi berakhir pada tanggal 30 September 2025,” ujar Sekda Syarifuddin melalui surat tersebut, Selasa (30/9/2025).

Dasar Pertimbangan Penghentian Status

Pengambilan keputusan ini didasarkan pada hasil rapat evaluasi penanganan Karhutla dan beberapa pertimbangan utama, antara lain:

Awal Musim Hujan: Rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan musim hujan di Kalsel telah dimulai sejak Agustus–September dengan curah hujan normal hingga di atas normal.

Kondisi Lapangan: Data terbaru dari BMKG Syamsudin Noor menunjukkan potensi hujan merata di seluruh wilayah Kalsel, serta nihilnya sebaran asap terpantau.

Lahan Membasah: Hasil tinjauan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla mendapati lahan-lahan yang sebelumnya kering kini mulai basah secara konsisten akibat curah hujan.

Tetap Waspada dan Siaga Penuh

Meski status darurat telah dicabut, Pemprov Kalsel memberikan catatan penting agar kewaspadaan tidak mengendur.

Sekda Syarifuddin menegaskan bahwa pemantauan wilayah rawan Karhutla akan tetap dilakukan secara berkelanjutan.

“Personel dan peralatan akan terus disiagakan, serta koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, OPD, instansi terkait, dan masyarakat akan ditingkatkan,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga lingkungan agar potensi Karhutla dapat dicegah bersama-sama.

Pewarta: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Penanganan Karhutla, Gubernur Kalsel Gagas Pembangunan Embung Mini di Kawasan Pengembangan Program Pangan

19 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Gubernur Kalsel Sambut Kunjungan KSAD & Kepala BNPB, Tinjau Kawasan Karhutla & Serahkan Usulan Bantuan

19 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Kalsel Raih Juara 1 IPSKA Awards 2026, Apresiasi atas Inovasi & Kreativitas Pelayanan Ekspor

19 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Siapkan Teknologi Modifikasi Cuaca, Kepala BNPB Tekankan Kecepatan Penanganan Karhutla di Kalsel

19 Oktober 2026 - 19:47 WIB

RSUD Ansari Saleh Matangkan Pembangunan Pusat Jantung Terpadu & Kedokteran Nuklir

19 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Dorong Keamanan & Partisipasi Masyarakat, Pemprov Kalsel Perkuat Peran Poskamling

19 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Trending di ADVERTORIAL