Ricek.ID – Saat hendak pergi bekerja pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 05.45 WITA, seorang santriwati berusia 19 tahun di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami pelecehan seksual jalanan.
Akibat insiden ‘begal payudara’ tersebut, korban sempat mengurung diri akibat mengalami trauma dan didera ketakutan untuk beraktivitas di luar rumah.
Kakak korban, Z (30), membeberkan peristiwa itu terjadi di pertigaan Sungai Sipai, dekat sebuah angkringan. Pagi itu, sang adik seperti biasa berkendara menggunakan sepeda motor setelah salat Subuh untuk menjaga outlet bubur.
Z kepada awak media pada Selasa (2/6/2026) menyebut korban saat itu berpakaian sangat tertutup, mengenakan gamis, blazer, dan berkerudung.
“Pas di TKP, adik saya dipepet seorang pria yang mengendarai motor Yamaha N-Max warna hitam. Pelaku kemudian melancarkan aksinya,” ujarnya.
Seketika itu juga korban berteriak histeris, sehingga pelaku pun langsung memacu kendaraannya ke arah Banjarbaru. Menurut penuturan korban, pelaku memiliki perawakan sedang, mengenakan jaket hitam, dan helm hitam.
Pasca-kejadian, korban langsung menghubungi kakaknya sembari menangis histeris karena kebingungan dan syok. Z mengungkapkan adiknya mengalami trauma mendalam hingga terus mengurung diri di kamar.
“Sampai hari ini, adik saya belum berani berangkat sekolah ke pesantren. Untuk keluar rumah saja dia merasa sangat ketakutan,” ungkapnya.
Z membeberkan fakta miris aksi begal payudara di kawasan pertigaan Sungai Sipai tersebut bukan yang pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, teman dari adiknya juga pernah menjadi korban pelecehan di lokasi yang sama.
Pihak keluarga pun langsung bergerak cepat melaporkan kasus pelecehan ini ke Kepolisian Resor (Polres) Banjar dan berharap pelaku bisa segera diringkus untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Saat ini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Banjar tengah melakukan penyelidikan.
Untuk memulihkan kondisi mental psikis korban, pihak keluarga telah membawa korban ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPA Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar guna mendapatkan pendampingan psikologis pada Selasa (2/6/2026).
“Alhamdulillah, setelah ke psikolog hari ini dia sudah bisa tersenyum. Semoga kondisinya terus membaik dan dapat kembali beraktivitas normal seperti sedia kala,” pungkas Z.











