Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

HEADLINE · 3 Okt 2025 11:46 WIB

Dana Pusat Dipangkas, Gubernur Kalsel Perintahkan Daerah Susun Strategi


 Focus Group Discussion penyusunan strategi dan kebijakan fiskal daerah, Kamis (2/10/2025). Foto: MC Kalsel Perbesar

Focus Group Discussion penyusunan strategi dan kebijakan fiskal daerah, Kamis (2/10/2025). Foto: MC Kalsel

Banjarbaru, Ricek.ID – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Muhidin, memerintahkan seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Kalsel untuk meninjau ulang dan menunda sejumlah program pembangunan menyusul adanya pemotongan dana transfer pusat ke daerah yang mencapai hampir 50 persen.

Arahan ini disampaikan H. Muhidin saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) terkait penyusunan strategi dan kebijakan fiskal daerah, di Banjarbaru, Kamis (2/10/2025). Forum ini dihadiri langsung oleh para Bupati dan Wali Kota se-Kalimantan Selatan.

Prioritaskan Program yang Menyentuh Langsung ke Masyarakat

Gubernur Muhidin mengungkapkan bahwa situasi ini memaksa daerah untuk menyusun strategi bersama agar pembangunan tetap berjalan dengan anggaran yang lebih terbatas.

“Memang ada pengurangan cukup besar dari pusat, hampir 50 persen. Beberapa Kabupaten/Kota terkena dampaknya, seperti Tanah Bumbu hingga 49 persen, sementara yang paling rendah di Hulu Sungai Tengah sekitar 11 persen. Untuk itu, kita harus mengatur kembali prioritas anggaran yang ada,” kata H. Muhidin.

Ia menekankan agar pemerintah daerah mampu menyesuaikan program pembangunan, dengan fokus pada kegiatan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.

“Pekerjaan yang penting, yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, itu yang didahulukan. Kalau ada pembangunan yang bisa ditunda, sebaiknya diatur kembali agar anggaran tetap terkendali,” jelasnya.

Pajak Daerah Dipastikan Tidak Naik

Meskipun menghadapi penurunan dana transfer yang signifikan, Gubernur H. Muhidin menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel tidak akan menaikkan pajak daerah.

“Kita pastikan meskipun ada pengurangan dari pusat, pajak tidak akan dinaikkan. Masyarakat jangan sampai terbebani. Pemerintah hadir untuk menjaga kesejahteraan mereka, agar masyarakat tetap tenang dan kita pun bisa bekerja dengan nyaman,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kalsel, lanjutnya, tetap berkomitmen memberikan insentif serta menjaga beban masyarakat agar tidak semakin berat.

Lebih lanjut, Gubernur Muhidin menilai FGD ini menjadi wadah penting untuk menyatukan pandangan dalam merumuskan strategi fiskal yang efektif dan berkelanjutan, sehingga kebijakan yang diambil tetap adaptif, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan.

Pewarta: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Gubernur Kalsel Tinjau Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Temui Relawan & Pastikan Pembasahan Lahan Cegah Karhutla

2 September 2026 - 12:20 WIB

Pemprov & DPRD Kalsel Sepakati Raperda APBD Perubahan 2026 & Raperda Pajak Daerah & Retribusi

2 September 2026 - 12:17 WIB

Gubernur Kalsel Bersama Forkopimda & Perwakilan Mahasiswa Padamkan Bara di Lahan Gambut

1 September 2026 - 13:23 WIB

Polisi Amankan Warga Diduga Bakar 0,5 Hektare Lahan di Bajuin Tanah Laut

31 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

27 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

27 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Trending di HEADLINE