Menu

Mode Gelap
Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak

Kab. Banjar · 9 Okt 2025 22:22 WIB

Desa Lokgabang Banjar Peringkat 1 Nasional Pencegahan Stunting


 Desa Lokgabang Kabupaten Banjar, berhasil meraih Peringkat 1 Desa Berkinerja Baik Regional 2 Nasional dalam ajang Penilaian Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting 2025. Foto: istimewa Perbesar

Desa Lokgabang Kabupaten Banjar, berhasil meraih Peringkat 1 Desa Berkinerja Baik Regional 2 Nasional dalam ajang Penilaian Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting 2025. Foto: istimewa

Jakarta, Ricek.ID – Desa Lokgabang di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, berhasil meraih Peringkat 1 Desa Berkinerja Baik Regional 2 Nasional. Prestasi ini diraih dalam ajang Penilaian Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun Anggaran 2025.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, H Yanri Susanto, di Jakarta, Rabu (8/10/2025). Keberhasilan Desa Lokgabang ini menyusul capaian serupa yang diraih Desa Awang Bangkal Barat pada tahun sebelumnya.

Koordinator P3MD Kabupaten Banjar, Dian Patriatmini Utami, menjelaskan keberhasilan tersebut bukan kebetulan. Desa Lokgabang dinilai sukses memenuhi seluruh indikator, termasuk kepatuhan terhadap Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

“Desa Lokgabang aktif dalam rembuk stunting, rutin melaporkan konvergensi, memiliki Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang bekerja maksimal, serta menggunakan dana desa dengan optimal,” jelas Dian.

Ia menambahkan, desa tersebut juga mengembangkan inovasi seperti “Kolang Kaling” dan “Pelita Desa” yang mendorong kehadiran orang tua dan anak ke posyandu dengan metode unik, termasuk pemberian doorprize.

“Angka kehadiran ke posyandu di desa ini mencapai 100 persen, jauh melampaui standar minimal 80 persen,” ungkapnya.

Menurut Dian, pencapaian nol kasus stunting pada tahun 2025 merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. “Desa tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bersinergi dan bekerja dengan sepenuh hati,” ujarnya. Ia berharap keberhasilan ini bisa menjadi contoh bagi desa lain.

Sementara itu, Kepala Desa Lokgabang, Taberani, menyatakan rasa syukur dan bangga. Ia menyebutkan, setelah prestasi ini, pihaknya akan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayuran, tanaman obat keluarga, beternak ayam, dan budidaya ikan.

“Ini bukan akhir, tapi awal dari gerakan pemberdayaan masyarakat yang lebih luas,” tutup Taberani.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Gasak Sejumlah Barang Di Universitas NU Kalsel, Polres Banjar Ringkus ICR

8 Mei 2026 - 19:51 WIB

BPS Banjar Butuh 559 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Rekrutmen Segera Dibuka

7 Mei 2026 - 14:57 WIB

Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

6 Mei 2026 - 14:20 WIB

Distan Banjar Wajibkan Pengukuran Lahan Baru Pakai Sistem Poligon

5 Mei 2026 - 21:25 WIB

Dukung Smart City, Pemkab Banjar Ikut Selesaikan Masalah Tematik Banjarbakula

5 Mei 2026 - 21:18 WIB

Momentum Hardiknas, Bupati Banjar Ajak Hidupkan Kembali Semangat Pendidikan Nasional

4 Mei 2026 - 20:08 WIB

Trending di ADVERTORIAL