Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

DAERAH · 1 Des 2025 22:14 WIB

Ikan Mirip Lohan Ditemukan di Waduk Riam Kanan, DKPP Libatkan BRIN


 Ikan Mirip Lohan Ditemukan di Waduk Riam Kanan, DKPP Libatkan BRIN Perbesar

Martapura, Ricek.ID — Dugaan keberadaan ikan mirip lohan di Waduk Riam Kanan semakin menguat setelah hasil pengamatan di lapangan menunjukkan kemiripan bentuk tubuh dengan morfologi ikan hias tersebut.

Penyuluh Perikanan Kecamatan Aranio, Ahmad Fauzi, menjadi pihak yang pertama menyampaikan identifikasi awal sebelum Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Banjar melakukan pengambilan sampel.

Menurut Fauzi, sejumlah ikan hasil tangkapan nelayan memiliki ciri fisik menyerupai lohan.

“Bentuk tubuh dan perilakunya mirip lohan, hanya warnanya lebih kusam karena hidup di alam, bukan di akuarium,” jelasnya.

Ia menyebutkan, ikan tersebut bersifat predator dan teritorial, serta mampu berkembang biak sepanjang tahun sehingga populasinya cepat meningkat dan mendominasi perairan.

“Anak ikan lokal seperti puyau, toman, nilem, dan gurame menjadi mangsanya,” ujarnya.

Fauzi menduga ikan itu bukan spesies asli Waduk Riam Kanan. Ia memperkirakan ikan tersebut berasal dari ikan hias yang dilepas warga puluhan tahun lalu dan kemudian berkembang tanpa kendali.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim DKPP Banjar turun ke lapangan pada Rabu (26/11/2025). Plt Kabid Perikanan Tangkap DKPP Banjar, Bandi Chairullah, membenarkan bahwa temuan sementara menunjukkan ciri yang menyerupai ikan lohan.

“Secara morfologi memang menyerupai lohan,” kata Bandi.

Namun, Bandi menegaskan bahwa penentuan jenis secara pasti membutuhkan kajian ilmiah. DKPP Banjar berencana berkoordinasi dengan BRIN, dinas provinsi, serta perguruan tinggi untuk memastikan asal-usul dan dampak ekologisnya.

“Penting memastikan apakah ini lohan asli, hibrid non-lokal, atau varian lain agar penanganannya tepat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak, termasuk DKP Kalsel, untuk merumuskan langkah strategis penanganan.

“Kehadiran ikan ini mempengaruhi hasil tangkapan nelayan karena bersifat agresif dan invasif, meski tidak memiliki nilai ekonomi,” tambahnya.

Analisis awal menunjukkan situasi yang perlu ditangani serius. DKPP Banjar menyiapkan langkah lanjutan berupa identifikasi ilmiah mendalam, penyusunan regulasi pelepasan ikan hias di perairan umum, edukasi bagi pemancing dan pembudidaya, serta pemantauan berkala populasi ikan.

“Kami mendorong semua pihak bekerja sama agar Waduk Riam Kanan tetap terjaga dan spesies lokal terlindungi,” tegas Bandi.

Hingga kini, DKPP Banjar dan para penyuluh perikanan masih melakukan pemantauan lapangan serta menindaklanjuti laporan nelayan untuk memastikan identifikasi ikan dan dampaknya terhadap ekosistem waduk.

Pewarta: Rofhal Akwan

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Apresiasi Boxing Sport Tourism, Pemko Banjarbaru Berharap Dapat Promosikan Pariwisata Daerah

27 Juni 2026 - 04:52 WIB

Resmi Dibuka, Boxing Sport Tourism Aeris Hotel Sajikan 12 Partai Pertandingan

27 Juni 2026 - 04:46 WIB

Gubernur Kalsel Kunjungi RSUD Ansari Saleh, Tinjau Rencana Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir & Pusat Layanan Jantung Terpadu

26 Juni 2026 - 19:49 WIB

Dispora & FORSGI Kalsel Dorong Pembinaan Atlet melalui Festival Sepak Bola Usia Dini U-10 & U-12

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Bunda PAUD Banjarmasin Ajak Para Pendidik Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Mutu Layanan Pendidikan

26 Juni 2026 - 19:28 WIB

Di Buka Sekda Banjarmasin, Public Hearing Standar Pelayanan Disperdagin Serap Aspirasi Masyarakat

26 Juni 2026 - 19:25 WIB

Trending di Banjarmasin