Ricek.ID – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin lakukan peninjau lokasi yang direncanakan menjadi area pembangunan Gedung Layanan Kedokteran Nuklir dan Gedung Pusat Layanan Jantung Terpadu di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin pada Jumat (26/6/2026).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalsel dalam memperkuat layanan kesehatan rujukan dengan menghadirkan fasilitas medis berteknologi tinggi di Banua.
Dalam kunjungannya, Gubernur memastikan kesiapan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan sekaligus meninjau rencana pengembangan rumah sakit.
Fasilitas baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya untuk penanganan penyakit jantung dan layanan kedokteran nuklir yang selama ini masih terbatas.
Selain meninjau lokasi pembangunan, Gubernur Muhidin juga menjalani Medical Check Up (MCU) VIP yang kini telah tersedia di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh sebagai bagian dari pengenalan layanan unggulan rumah sakit.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Tenaga Ahli Gubernur, Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib, Kepala Bidang Cipta Karya Ryan Tirta Nugraha, Direktur RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh dr. Tabiun Huda beserta jajaran direksi.
Gubernur Kalsel Muhidin menjelaskan lahan yang telah disiapkan mencapai sekitar satu hektare dan akan dimanfaatkan untuk pembangunan pusat layanan kesehatan modern, termasuk fasilitas kedokteran nuklir yang mampu mendeteksi berbagai penyakit secara lebih akurat.
“Rencana ke depan kita akan membangun layanan kedokteran nuklir. Teknologi ini mampu membaca berbagai kondisi penyakit di dalam tubuh secara lebih lengkap. Selain itu akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, termasuk tempat menginap bagi pasien dan keluarga selama menjalani proses pengobatan,” ujarnya.
Muhidin menambahkan pembangunan tersebut direncanakan mulai diusulkan pada tahun 2027. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, fasilitas tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada akhir 2028.
Menurutnya, keberadaan layanan kedokteran nuklir menjadi kebutuhan penting bagi Kalimantan Selatan karena merupakan salah satu teknologi diagnostik paling mutakhir yang mampu melengkapi layanan CT Scan berteknologi tinggi yang telah dimiliki pemerintah daerah.
“Layanan ini nantinya akan melayani seluruh masyarakat, baik pasien BPJS, pasien umum maupun pembiayaan lainnya. Kita ingin masyarakat Kalimantan Selatan mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus keluar daerah,” katanya.
Sementara itu Direktur RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh, dr. Tabiun Huda, menyambut baik dukungan Gubernur terhadap pengembangan rumah sakit tersebut. Menurutnya, pembangunan Gedung Layanan Kedokteran Nuklir dan Pusat Layanan Jantung Terpadu akan menjadi lompatan besar dalam peningkatan layanan kesehatan di Kalimantan.
“Ini merupakan prioritas Bapak Gubernur untuk meningkatkan layanan kesehatan di Kalimantan Selatan. Dengan adanya layanan kedokteran nuklir, proses diagnosis akan menjadi lebih detail dan akurat sehingga mendukung penanganan pasien secara optimal,” ujarnya.
Tabiun Huda memastikan rumah sakit telah memiliki sumber daya manusia yang kompeten untuk mengoperasikan layanan tersebut. Saat ini, yang diperlukan adalah penyediaan peralatan dan sarana prasarana pendukung.
“SDM sudah siap, tinggal melengkapi alat dan fasilitasnya. Nantinya layanan ini juga dapat dimanfaatkan oleh pasien BPJS maupun pasien umum,” jelasnya.
Tabiun Huda berharap pembangunan dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat Kalsel tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk memperoleh layanan kedokteran nuklir maupun pelayanan jantung terpadu.
“Dengan hadirnya fasilitas ini, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan yang lengkap dan berkualitas di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
Sumber : MC Kalsel













