Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Pemprov Kalsel · 9 Des 2025 20:48 WIB

Refleksi Akhir Tahun Kalsel: Wagub Hasnuryadi Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan sebagai Kekuatan Utama


 Refleksi Akhir Tahun Kalsel: Wagub Hasnuryadi Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan sebagai Kekuatan Utama Perbesar

Banjarmasin, Ricek.ID – Menjelang akhir tahun 2025, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, mengajak seluruh masyarakat Banua merefleksikan pentingnya menjaga kehidupan yang damai, rukun, dan penuh kepedulian. Ia menekankan bahwa kerukunan adalah kebutuhan nyata yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

Pesan tersebut disampaikan Wagub Hasnuryadi saat membuka acara Refleksi Akhir Tahun 2025 yang digelar di Studio 2 TVRI Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Selasa (9/12/2025). Pertemuan tersebut mengangkat tema sentral, “Kerukunan Umat Beragama dalam Bingkai Kebudayaan Indonesia”.

Wagub menegaskan, kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan fondasi yang memberikan ruang aman bagi masyarakat untuk bekerja, berusaha, dan membangun keluarga.

“Apa yang sudah baik dalam kebersamaan kita, harus kita teruskan. Kalau Banua kita rukun, maka masyarakat bisa hidup lebih tenang, usaha bisa berkembang, dan anak-anak kita tumbuh dengan rasa aman,” pesannya.

Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Pedoman

Atas nama Pemerintah Provinsi Kalsel, Wagub kembali menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya di Banua adalah kekuatan yang menyatukan, bukan alasan untuk berjarak.

“Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya semboyan di dinding sekolah. Itu pedoman agar dalam perbedaan, kita tetap satu: menjaga Banua, menjaga Indonesia,” ucap Wagub.

Ia juga mengingatkan bahwa kejadian kelam di masa lalu harus menjadi pelajaran. Jika kerukunan retak, yang paling merasakan akibatnya adalah masyarakat kecil yang bergantung pada ketenangan untuk mencari nafkah.

“Semua agama mengajarkan cinta kasih. Dengan saling menghormati, kita sebenarnya sedang melindungi diri kita sendiri, melindungi keluarga kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Hasnuryadi juga menyampaikan duka mendalam atas musibah banjir bandang dan longsor yang menimpa warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala PKUB Setjen Kemenag RI, Ketua dan pengurus FKUB Provinsi Kalsel, serta perwakilan instansi dan organisasi terkait lainnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Gubernur Kalsel Kunjungi RSUD Ansari Saleh, Tinjau Rencana Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir & Pusat Layanan Jantung Terpadu

26 Juni 2026 - 19:49 WIB

Dispora & FORSGI Kalsel Dorong Pembinaan Atlet melalui Festival Sepak Bola Usia Dini U-10 & U-12

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII Gorontalo 2026, Kalsel Raih Sejumlah Prestasi Membanggakan

26 Juni 2026 - 18:19 WIB

Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru Gelar Open House, Kenalkan Program Ini bagi Masyarakat Umum

26 Juni 2026 - 18:02 WIB

Kemenko Polkam RI Sebut Sekolah Rakyat Efektif Memutus Mata Rantai Kemiskinan

26 Juni 2026 - 17:59 WIB

Diskominfo Kalsel Siap Dukung Lion Air Publikasikan Pembukaan Rute Internasional Banjarmasin–Kuala Lumpur

25 Juni 2026 - 21:58 WIB

Trending di ADVERTORIAL