Menu

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

HEADLINE · 30 Des 2025 19:32 WIB

Menteri LH Soroti Kerentanan Ekologis Penyebab Banjir di Kalsel


 Menteri LH Soroti Kerentanan Ekologis Penyebab Banjir di Kalsel Perbesar

Ricek.IDMartapura– Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Desa Bincau Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, Selasa (30/12/2025).

Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa banjir yang terjadi merupakan dampak dari kondisi ekologis kawasan yang diperparah oleh aktivitas manusia.

Hanif Faisol menyampaikan bahwa Desa Bincau secara alami berada pada kawasan rawa yang berfungsi sebagai daerah tampungan air. Karakter ini membuat wilayah tersebut rentan tergenang, terutama ketika curah hujan meningkat.

“Secara alamiah ini adalah wilayah simpanan air. Ketika hujan turun, air akan tertahan sebelum mengalir ke sungai. Karena terlihat seperti daratan saat hujan ringan, kawasan ini kemudian dimanfaatkan untuk permukiman, padahal risiko banjir selalu ada,” katanya.

Ia menambahkan, perubahan tata guna lahan yang tidak mempertimbangkan daya dukung lingkungan turut memperbesar potensi banjir. Oleh sebab itu, pembangunan di kawasan rawan genangan harus disesuaikan dengan kondisi alam setempat.

Menteri Lingkungan Hidup juga mendorong masyarakat dan pemerintah daerah untuk kembali mengadopsi kearifan lokal dalam membangun hunian, salah satunya melalui penggunaan rumah panggung sebagaimana yang dahulu diterapkan di wilayah bantaran sungai.

“Model rumah panggung merupakan bentuk adaptasi masyarakat terhadap kondisi lingkungan yang memang rawan tergenang,” ujarnya.

Berdasarkan hasil kajian Kementerian Lingkungan Hidup, fungsi ekologis sungai di Bincau saat ini mengalami penurunan akibat sedimentasi serta tekanan aktivitas usaha di wilayah hulu daerah aliran sungai.

Di kawasan tersebut tercatat terdapat belasan hingga hampir dua puluh perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan.

Menurut Hanif, aktivitas pembukaan lahan di hulu daerah aliran sungai diduga mengurangi kemampuan kawasan dalam menahan dan mengatur aliran air. Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan penelaahan menyeluruh dan mewajibkan seluruh pelaku usaha menjalani audit lingkungan.

“Jika dari hasil audit ditemukan pelanggaran atau ketidakmampuan memenuhi kewajiban pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana, maka izin lingkungan akan direkomendasikan untuk dicabut,” tegasnya.

Saat ini, Tim Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan verifikasi faktual di wilayah Kalimantan Selatan bagian barat, mulai dari Pegunungan Meratus hingga kawasan terdampak banjir.

Hanif juga mengungkapkan bahwa kajian Kementerian Lingkungan Hidup pada periode 2020–2021 menunjukkan kondisi lanskap Kalimantan Selatan berada dalam tingkat kerentanan tinggi. Curah hujan sekitar 100 milimeter per hari dinilai sudah cukup memicu banjir berskala besar.

“Jika masih terjadi pembukaan lahan di luar izin dan tidak sesuai dengan persetujuan lingkungan, maka risiko banjir akan terus meningkat. Karena itu, penegakan hukum dan pemulihan ketaatan lingkungan menjadi langkah utama,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru

23 September 2026 - 17:10 WIB

Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

23 September 2026 - 14:14 WIB

Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla

23 September 2026 - 07:34 WIB

Ikut Padamkan Titik Api, Gubernur Kalsel Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla

22 September 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Kalsel Dorong Pengelolaan Geopark Meratus Berorentasi Pengembangan Pariwasata, Budaya & Penguatan Ekonomi

22 September 2026 - 21:56 WIB

Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman, Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi SSK

22 September 2026 - 21:53 WIB

Trending di ADVERTORIAL