Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

NASIONAL · 12 Jan 2026 23:31 WIB

Sekolah Terdampak Banjir Jadi Prioritas, Kemendikdasmen Kucurkan Rp16,9 T Revitalisasi 71 Ribu Sekolah


 Sekolah Terdampak Banjir Jadi Prioritas, Kemendikdasmen Kucurkan Rp16,9 T Revitalisasi 71 Ribu Sekolah Perbesar

Banjarbaru, Ricek.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan selesainya program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 di SMA Al Islam Nurul Maad, Banjarbaru, Senin (12/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya sarana prasarana yang layak untuk mendukung sistem pembelajaran adaptif.

Mu’ti memaparkan, sepanjang tahun 2025 pemerintah telah mengalokasikan Rp16,9 triliun untuk revitalisasi dan pembangunan sekolah baru di 16.171 titik secara nasional.

“Lebih dari 90 persen proyek telah selesai dan dimanfaatkan. Kami menargetkan seluruhnya rampung 100 persen pada akhir Januari ini,” ujar Mu’ti. Ia mengakui adanya keterlambatan di beberapa lokasi yang disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem serta sulitnya akses geografis di wilayah pegunungan.

Target Besar Tahun 2026 Memasuki tahun 2026, pemerintah berencana meningkatkan skala program ini secara signifikan. Selain melanjutkan revitalisasi pada 11.744 sekolah melalui APBN reguler, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan untuk menambah jangkauan minimal 60.000 satuan pendidikan lagi.

“Artinya, pada 2026 sedikitnya 71.000 sekolah akan menerima dukungan revitalisasi. Prioritas diberikan kepada sekolah yang terdampak bencana atau memiliki kondisi rusak berat,” tambahnya.

Kalsel Usulkan Rp1,1 Triliun Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, menyambut baik langkah pusat. Di Kalsel, pada 2025 tercatat ratusan sekolah (PAUD hingga SLB) telah menerima bantuan tahap awal sebesar Rp232,9 miliar.

Namun, Tantri menyebut kebutuhan riil untuk memulihkan seluruh infrastruktur pendidikan di 13 kabupaten/kota mencapai Rp1,1 triliun. Saat ini, pihaknya fokus memverifikasi data sekolah yang rusak akibat bencana banjir.

“Data sementara menunjukkan 926 sekolah di Kalsel terdampak banjir dengan estimasi kebutuhan perbaikan awal Rp319 miliar. Kami segera melakukan verifikasi lapangan untuk menentukan skala prioritas setelah air surut,” jelas Tantri.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat, mengingat besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk memastikan fasilitas pendidikan di Banua kembali optimal.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Prabowo: Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Bukti Nyata Strategi Hilirisasi Indonesia

8 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Kepercayaan & Lindungi Investasi

8 Oktober 2026 - 20:26 WIB

11 Proyek Hilirisasi Diluncurkan di IWIP, Investasi Kawasan Terus Diperluas

8 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Investasi IWIP Rp180 Triliun akan Serap 10 Ribu Tenaga Kerja Baru

8 Oktober 2026 - 20:19 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Berikut 10 Poin Penting yang Perkuat Hak Pekerja

8 Oktober 2026 - 20:10 WIB

BNPT Perkuat Pencegahan Ekstremisme Anak di Ruang Digital

8 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Trending di NASIONAL