Menu

Mode Gelap
Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak ABK Jatuh di Perairan Trisakti Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Berakhir

Kab. Banjar · 22 Jan 2026 17:42 WIB

Kecamatan Cintapuri Terdampak Banjir, Desak PT Palmina Utama Bertanggungjawab


 Rapat Dengar Pendapat antara Komisi Gabungan DPRD Kabupaten Banjar, pihak PT Palmina Utama, dan masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kamis (22/1/2026). Foto: Haris P Perbesar

Rapat Dengar Pendapat antara Komisi Gabungan DPRD Kabupaten Banjar, pihak PT Palmina Utama, dan masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kamis (22/1/2026). Foto: Haris P

Martapura, Ricek.ID — perwakilan warga terdampak banjir selama bertahun-tahun di sekitar PT Palmina Utama menyampaikan apa saja dampak yang mereka alami ketika perusahaan melimpahkan air limbah ke aliran sungai.

Hal itu disampaikan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin Komisi Gabungan DPRD Banjar terkait isu PT Palmina Utama yang diduga memperparah banjir beberapa waktu lalu.

“Akibat banjir, jalan rusak, pertanian tidak bisa lagi, bahkan sekolah tidak aktif beberapa bulan. Kami meminta pertanggungjawaban dan agar tidak terulang tahun depan,” kata Sekretaris Kecamatan Cintapuri Darussalam, Rolibi pada awal rapat dimulai.

Rolibi melanjutkan, warga juga melaporkan kerusakan rumah, kesulitan mobilitas hingga harus menggunakan perahu menuju simpang lima, serta gangguan aktivitas sosial lainnya.

“Dulu lahan yang dijadikan kebun sawit merupakan lahan rawa, tanah cekungan itu memang untuk menampung air. Sekarang, pihak perusahaan bikin tanggul itu awalnya sebagai batas lahan, tapi ternyata menghalangi air memasuki areal perkebunan sehingga air menggenangi permukiman,” lanjutnya.

Ia menambahkan, setelah adanya perubahan fungsi kebun dan aktivitas pemompaan, kebun sawit perusahaan menjadi kering, sedangkan desa justru mengalami genangan.

“Ada juga aktifitas PT SSM turut disebut berpotensi memperbesar dampak pembuangan air ke sungai-sungai di bagian bawah,” tambahnya.

Warga menuntut pemberhentian operasional tanggul atau Water Management System (WMS) pompanisasi dan penanggulangan banjir agar tidak terjadi setiap tahun.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

BPS Banjar Butuh 559 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Rekrutmen Segera Dibuka

7 Mei 2026 - 14:57 WIB

Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

6 Mei 2026 - 14:20 WIB

Distan Banjar Wajibkan Pengukuran Lahan Baru Pakai Sistem Poligon

5 Mei 2026 - 21:25 WIB

Dukung Smart City, Pemkab Banjar Ikut Selesaikan Masalah Tematik Banjarbakula

5 Mei 2026 - 21:18 WIB

Momentum Hardiknas, Bupati Banjar Ajak Hidupkan Kembali Semangat Pendidikan Nasional

4 Mei 2026 - 20:08 WIB

Kebakaran Landa Guntung Ujung, BPBD Banjar Salurkan Bantuan Logistik

1 Mei 2026 - 22:17 WIB

Trending di DAERAH